Warga tak Pedulikan Peringatan PT BA

28 total views, 3 views today

MUARAENIM – Peringatan yang diberikan PT Bukit Asam (BA) kepada warga yang mengusai lahan milik PT BA di kawasan Pasar Bantingan, ditanggapi dingin oleh warga. Warga masih tetap menempati lahan kosong tersebut, dengan mendirikan lapak-lapak untuk berdagang.

Nuriah (35), salah seorang warga yang akan menempati lahan tersebut mengaku, ia akan tetap menempati lahan kosong milik PT BA tersebut. Di lahan tersebut jelasnya, akan dibangun lapak untuknya menggelar dagangan.

Nuriah menyebut, tak ada salahnya warga memanfaatkan lahan kosong tersebut dibandingkan menjadi tempat membuang sampah saja. “Lahan ini, sudah kosong bertahun-tahun dan selama ini menjadi tempat membuang sampah. Di lahan ini, kami hanya menumpang untuk berdagang saja,” kata Nuriah yang dibincangi, Rabu (29/10).

“Selama ini, justru banyak oknum pegawai PT BA yang memanfaatkan lahan tersebut untuk keuntungan pribadi. Mereka dengan sengaja memasang plang PT BA, namun dimanfaatkan untuk membangun toko permanen yang di kontrakkan hingga puluhan juta rupiah,” tuding Nuriah yang dibenarkan oleh puluhan warga lainnya.

Kalau oknum karyawan PT BA sebutnya, dibiarkan melakukan itu kenapa ia dan warga lainnya di Tanjung Enim malah dilarang untuk menumpang di lahan kosong tersebut. Padahal jelas Nuriah, mereka tidak membangun lapak tersebut secara permanen. “Bahkan kami siap dipindahkan kapan pun, jika PT BA atau Pemkab Muaraenim menginginkan lahan tersebut untuk dibangun fasilitas umum,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Heni D. Ia menyebut, sebelum lahan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menggelar dagangan dengan cara membangun lapak-lapak, ia sudah meminta izin ke Bupati Muaraenim dan melayangkan surat ke Kepala UPT Operasioanal Pasar Tanjung Enim. Barulah setelah itu sebutnya, lahan kosong itu dibersihkan dan dibangun lapak untuk pedagang.

“Namun setelah dua hari, kami dikatakan mengkomersilkan ata menjual lapak tersebut. Itu tidak benar, karena kami membangun lapak disini hanya untuk berdagang. Tetapi apa yang saya lakukan itu, kemudian diikuti oleh warga lainnya. Tentu saya tidak bisa mencegahnya,” tukasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya GM PT BA Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE) Wibisono melayangkan surat peringatan kepada sejumlah warga. Dalam surat tertanggal 24 Oktober tersebut, warga yang mengusai lahan kosong milik PT BA itu diminta untuk mengosongkannya. Jika tidak, maka akan dilakuan tindakan hukum oleh PT BA.

 

TEKS          : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com