Tersangka Tipikor Lahan Kuburan Kembali Diperiksa

 319 total views,  2 views today

PALEMBANG – Terkait tindak pidana korupsi proyek pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Baturaja Timur, Direrktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) kembali memanggil Najamudin, selaku Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (22/10).

Najamudin sudah diambil keterangan sejak pukul 09.00 WIB. Ia diambil keterangan hingga pukul 15.00 WIB. Pemeriksaan sendiri dilakukan secara tertutup. Ini merupakan pemeriksaan yang kesekian kalinya yang dijalani Najamudin.

Beberapa hari yang lalu, ia sudah diambil keterangan sebagai tersangka. Waktu itu ia dimintai keterangan serentak dengan Ketua Dewan Perwakilah Rakyat Daerah (DPRD) OKU, Johan Yanuar, yang merupakan saksi.

Dikatakan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova, didampingi Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi AKBP Imran Amir, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Najamudin.

Najamudin dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka lain pada perkara dugaan tipikor proyek pengadaan lahan TPU Baturaja Timur.

“Ia diminta keterangan lain untuk tersangka berinisial U, H, dan AJ. Sebelumnya, Najamudin sudah diminta keterangan sebagai tersangka untuk dirinya sendiri,” kata Djarod.

Selain masih intensif memintai keterangan tersangka dan saksi, lanjut Djarod, Ditreskrimsus Polda Sumsel juga masih menunggu audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Palembang.

Hasil audit kerugian negara nantinya akan disertakan untuk kelengkapan berkas sebelum dilimpahkan ke pihak kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya.

“Dia koperatif selama kita ambil keterangan. Selain datang sendiri memenuhi panggilan, ia menjawab pertanyaan penyidik sesuai dengan porsinya,” kata Djarod.

Dalam dugaaan kasus ini, pelaku menggunakan modus dengan melakukan pengelembungan anggaran hingga membuat kerugian negara. Untuk angka pasti kerugian negaranya, masih menunggu audit dari BPKP.

Proyek penyediaan lahan tersebut menggunakan anggaran APBD Tahun 2012 sebesar Rp 6,1 Miliar untuk lahan seluas 10 hektar, yang pengerjaannya dilakukan Dinsos Batu Raja Timur.

“Dalam proyek tersebut adanya dugaan tipikor sehingga tim tipikor polda sumsel melakukan penyelidikan, Bahkan saat ini pihak penyidik Tipikor Polda Sumsel sudah menetapkan empat tersangka,” ujar Djarod.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster