Warga Pagaralam Temukan Batu Megalit Unik

 889 total views,  2 views today

Dika Candra, warga Bumi Agung, Dempo Utara menemukan tiga  arca dan sebuah batu datar di kebun miliknya di  Dusun Cawang Lama, Kecamatan Dempo Utara. | Foto : Antoni Stefen

Dika Candra, warga Bumi Agung, Dempo Utara menemukan tiga arca dan sebuah batu datar di kebun miliknya di Dusun Cawang Lama, Kecamatan Dempo Utara. | Foto : Antoni Stefen

PAGARALAM – Adanya penemuan batu megalitik berupa arca dan batu datar yang diduga dari masa prasejarah semakin membuktikan kebudayaan masa lalu Tanah Besemah sudah tinggi. Terakhir, lebih kurang sepekan lalu Dika Candra, warga Dusun Bumi Agung, kelurahan Agung Lawangan, Dempo Utara menemukan tiga buah arca dan sebuah batu datar di kebun miliknya di Dusun Cawang Lama, Kecamatan Dempo Utara.

Cerita Dika, dirinya secara tidak sengaja menemukan arca tersebut saat membersihkan rumput di sekitar tanaman kopi di kebunnya. Kebetulan saat ini sedang musim kemarau sehingga rumput-rumput menjadi kering dan gampang dibersihkan. Di bawah beberapa pohon kopi senjatanya seperti berbenturan dengan benda keras. Karena penasaran ia membersihkan rumput tersebut sampai sedikit menggali tanah dan menemukan sebongkah batu.

“Ya, awalnya saya merasa biasa saja dengan batu tersebut. Namun setelah dibersihkan, batu tersebut seperti menyerupai ukiran atau pahatan. Tak hanya itu saya temukan juga tiga batu lain yang letaknya tidak jauh. Saya langsung berpikir ini mungkin batu berharga. Kebetulan saya mengenal Pak Ibnu Sutowo, juru pelihara Situs Batu Gunung di daerah Tebat Gunung, Dempo Selatan. Lalu saya laporkan masalah ini kepadanya,” kata Dika, kemarin (21/10).

Sedangkan Ibnu Sutowo, Juru Pelihara Situs Batu Gunung Pagaralam yang Kantor Pusatnya berada di Jambi langsung berkoordinasi dengan rekannya Koordinator dari BPCB Jambi untuk Juru Pelihara Situs Penjaga Benda Cagar Budaya Pagaralam (BCBP) Ahmad Rivai dan memutuskan langsung mendatangi lokasi.

Usai diteliti tim tersebut diketahui rincian tiga buah arca tersebut. Arca 1 panjang 155 centimeter dan lebar 90 centimeter serta tinggi 60 centimeter. Sekitar 210 centimeter dari Arca 1 terdapat arca 2 dengan panjang 155 centimeter, lebar 85 centimeter dan tinggi 45 centimeter. Sementara tak jauh dari Arca 2 ditemukan Arca 3 dengan panjang 120 centimeter, lebar 85 centimeter, serta tinggi 30 centimeter. Untuk arca 3 ini masih terlihat jelas pohon kopi tumbuh di atasnya menandakan batu tersebut tertanam di bawah kebun sebelum ditemukan ini.

Selain ketiga arca tadi ditemukan pula sekitar 220 centimeter dari arca 3 dan sekitar 180 centimeter dari arca 1 sebuah batu batu datar yang menyembul sekitar 15 centimeter dari permukaan tanah. Panjang batu datar tersebut sekitar 140 centimeter dan lebar 90 centimeter.

Dikatakan Rivai, arca dan batu yang ditemukan ini melengkapi banyak penemuan sebelumnya yang ditemukan di Tanah Besemah meliputi Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat. Daerah Cawang Lama dan sekitarnya merupakan daerah yang cukup banyak menyimpan situs-situs megalitik seperti ini.

“Kondisi arca ini unik, karena pahatannya bagus. 3 arca berbentuk manusia diperkirakan sedang jongkok dan memeluk sesuatu. Posisi batu tersebut kemungkinan berdiri, namun ketika diketemukan posisinya rebah atau tidur,” terangnya.

Ia menegaskan belum bisa mengetahui usia persis batu tersebut karena harus diperlukan penelitian lebih lanjut.

“Meski begitu, tentunya kami akan koordinasikan terlebih dahulu ke kantor BPCB Wilayah Sumbagsel di Jambi dan pihak lain seperti dari Balai Arkeologi serta pihak lain yang terkait,” jelasnya.

TEKS     : ANTONI STEFEN
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster