TPS Liar Dikeluhkan Warga

 393 total views,  2 views today

Tumpukan Sampah yang ada di Pasar Inpres Pendopo  PALI

Ilustrasi Sampah | Dok KS

PALEMBANG – Walaupun Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang sudah menempatkan 425 Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di pemukiman padat penduduk yang tersebar di 16 kecamatan di metropolis, ternyata masih banyak ditemukan TPS liar di pemukiman.

Hal itu dikeluhkan warga, karena dari TPS liar itu menimbulkan bau tak sedap. TPS liar itu salah satunya di kawasan Kecamatan Ilir Barat (IB) I tepatnya di Jalan Inspektur Marzuki, Lorong Irigasi.

Di kawasan itu, ada sebuah lahan kosong yang dijadikan warga sekitar maupun warga yang melintas, untuk membuang sampah. “Warga banyak buang sampah disana menggunakan kantong kresek. Bahkan sampah yang dibuang berkarung-karung. Biasanya mereka membuang sampah di malam hari, dengan mengendarai motor,” kata Rian (39), warga Kelurahan Siring Agung, Kecamatan IB I, kemarin.

Menurut Rian, dengan adanya TPS liar tersebut, membuat lingkungan sekitar tidak bersih dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Oleh itu, ia berharap agar TPS liar tersebut ditutup. Karena, apabila terus dibiarkan maka semakin banyak sampah yang menumpuk. “Sebenarnya ada pihak DKK yang mengangkut setiap sore. Tapi, kalau pagi hari baunya sangat menyengat,” keluhnya.

Warga lainnya, Dariah (40) mengatakan, lahan kosong itu sudah lama dijadikan warga untuk membuang sampah. Ia berharap pemkot, segera menutup TPS liar tersebut. “Apalagi sebentar lagi musim hujan, pastilah banyak penyakit yang bersarang. Terutama nyamuk, kami harap pemerintah segera bertindak,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Penanggulangan Kebersihan, DKK Palembang, Nasution mengatakan, adanya TPS liar diakibatkan kesadaran masyarakat, yang masih kurang. Sebutnya, DKK akan segera menertibkan TPS liar yang ada di dalam kota.

“TPS liar yang ada, pada umumnya di lahan kosong. Kami minta kelurahan, dapat berkoordinasi dengan kami kika ditemukan tumpukan sampah, yang bukan pada tempatnya,” pintanya.

Nasution menyebutkan, saat ini, Kota Palembang sudah memiliki 425 TPS resmi di 16 kecamatan. TPS itu dibuat dititik persimpangan jalan, depan ruko atau jalan arteri. “Untuk mengakut sampah dari pemukiman, pasar jalan-jalan protokol dan lainnya, kami punya 96 armada truk pengangkut sampah dan 13 motor sampah. Untuk sampah-sampah yang ada di tanah kosong, akan segera di cek. Kalau perlu, dipagar atau dikasih pembatas sehingga tidak ada lagi warga yang buang sampah sembarangan,” tukasnya.
TEKS          :  ALAM TRIE PUTRA
EDITOR        :  DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster