“Tenaga Kerja Banyak tak Kreatif”

 276 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Dinas Sosial Keternagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Empat Lawang mengakui, hingga 2014 ini angka pengangguran di Bumi Saling Keruangi Sangi Kerawati masih tinggi.

Kondisi ini terjadi karena pencari kerja di Empat Lawang, belum memiliki kualitas untuk meningkatkan kreatifitas, apalagi sebagian besar masyarakat Empat Lawang masih menggantungkan hidupnya di sektor perkebunan khususnya karet.

“Ya, kita akui masyarakat masih bertopang pada perkebunan karet. Sementara harga jual karet, turun. Ini disayangkan, padahal pencari kerja harusnya memiliki inisiatif membuka usaha mandiri,” sesal Kepala Dinsosnakertrans Empat Lawang, Edison Jaya, Selasa (14/10).

Ia menyebut, di Empat Lawang sudah menjadi budaya orang tua memberikan modal kepada anaknya dengan lahan untuk membuka kebun karet. Memang terang Edison, awalnya cukup menjanjikan sebab harga jual komoditi unggulan daerah itu tinggi dan stabil.

Namun, saat harga anjlok di pasaran, membuat banyak petani karet menganggur apalagi para petani karet yang tidak memiliki lahan dan hanya mengandalkan upah sadap, dengan menggarap kebun karet milik warga lainnya.

Menurut Edison, sejauh ini pihaknya belum ada program untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, masalahnya Balai Latihan Kerja (BLK) belum ada di Empat Lawang.

Namun imbuhnya, pada anggaran tahun 2015, pihaknya akan menganggarkan pada APBD untuk melaksanakan pelatihan kerja dengan bekerjasama dengan Pemprov Sumsel maupun Pemkab Ogan Ilir (OI).

Pelatihan di luar ini sangat dibutuhkan, agar masyarakat Kabupaten Empat lawang dapat terampil dalam bekerja seperti membuka montir, menjadi penjahit dan juga ketrampilan kerja lainnya yakni salon. “Harapannya mereka dapat bekerja tanpa mengandalkan perkebunan karet lagi,” jelas Edison.

Soal dana untuk modal usaha jelas Edison, Dinsosnakertrans bakal menggandeng instansi lainnya salah satunya Dinas Koperasi dan UKM. “Kita libatkan seluruh instansi lainnya nantinya untuk memberikan bantuan modal usaha, sehingga merfeka tidak berhenti pada pelatihan saja,” ucapnya.

Untuk pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Empat lawang, Edison menyebut akan berkoordinasi dengan Kemenakertrans. Kemenakertrans akan diminta, untuk membuka BLK di Kabupaten Empat lawang.“Kita akan siapkan lahannya nanti, bisa jadi di jalan poros,” ujarnya.

Sementara itu Ansori (35), salah satu warga Tebing Tinggi, Empat Lawag mengaku, sejak berdirinya Empat Lawang rencana pendirian BLK sudah ada. Namun sepertinya hanya janji dan pemkab, dan belum serius betul direalisasikan. “Penting ada BLK, biar generasi muda bisa diasah kreatifitasnya. Kalau masalah modal tidak terlalu jadi soal, yang jelas keterampilan dahulu yang harus ditanamkan,” tukasnya.

 

TEKS         : SAUKANI

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster