Kredit Fiktif di Bank Sumsel Babel Bertambah

 1,390 total views,  2 views today

Ilustrasi BSB | Dok KS

Ilustrasi BSB | Dok KS

PALEMBANG – Kredit fiktif yang ada di Bank Sumsel Babel (BSB), bertambah lagi. Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel kini, menangani dugaan kredit fiktif di BSB Cabang Pangkalan Balai, Banyuasin.

Sebelumnya, Subdit Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel, sempat menggeledah kantor pusat BSB di Jakabaring, dalam kasus dugaan kredit fiktif yang dikucurkan BSB kepada PT Cabang Tiga (CT).

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Eddy Purwatmo didampingi didamping Kasubdit II , AKBP Hermansyah Saidi menyebut, dalam kasus kredit fiktif di BSB Cabang Pangkalan Balai tersebut, nilai kerugian yang ditanggung BSB sekitar Rp 1,6 miliar.

“Ada laporan dari manajemen BSB, terjadinya kredit fiktif di Kantor Cabang BSB Pangkalan Balai, Banyuasin. Tersangkanya, belum bisa kita sebutkan karena masih proses penyelidikan,” kata Eddy, Senin (13/10).

Dalam kasus ini jelas Eddy, modus yang dilakukan oknum tersebut ada dua. Pertama, oknum tersebut telah mencairkan kredit seolah-olah ada debiturnya. Dari pemeriksaan, diketahui debitur tersebut fiktif, dan uang sudah mengalir ke rekening oknum tersebut.

Modus lain yang digunakan oknum tersebut, beber Eddy, adalah melarikan uang pelunasan salah satu debitur. Uang sudah dibayar lunas, namun masuk ke rekening pribadi oknum tersebut. Kedua modus ini diketahui, setelah kantor pusat BSB melakukan audit internal.

“Ini sudah termasuk tindak korupsi perbankan dan sudah menyalahgunakan wewenang jabatan. Sejauh ini, baru terindikasi dilakukan secara individu, bukan secara korporasi,” jelas Eddy.

Saat ini, lanjut Eddy, penyidik masih melengkapi berkas dan barang bukti (BB). Terindikasi, uang yang dilarikan oknum itu, sudah dibelikan beberapa harta seperti mobil dan rumah. Keberadaan harta milik oknum ini, masih dicari dan akan disita.

Sementara itu Sekretaris Perusahaan BSB, Faisal Isnin saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kredit fiktif yang terjadi di BSB Cabang Pangkalan Balai. “Oknum yang menjabat sebagai staf analis kredit BSB Pangkalan Balai itu, sudah di non aktifkan, kita mengetahuinya dari audit internal yang kita lakukan. Tindak pidana dilakukan oknum itu, dilakukan di tahun 2012,” jelasnya.

Menurut Faisal, kasus ini sudah dilaporkan kantor pusat BSB ke Ditreskrimsus Polda Sumsel. Adapun kerugian yang didapat dari audit internal, nilainya tidak mencapai Rp 1 miliar. “Saat ini, oknumnya sudah kita non aktifkan. Selanjutnya, proses hukum kita serahkan kepada polisi,” tukasnya.

 

TEKS         : OSCAR RYZAL

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster