Kopi Sumsel Dilirik Mesir

31 total views, 3 views today

Ilustrasi Kopi Semendo Asli Sumsel | Dok KS

Ilustrasi Kopi Semendo Asli Sumsel | Dok KS

PALEMBANG – Kekayaan alam Sumsel, menjadi lirikan dunia. Tak hanya batubara atau potensi minyak dan gas (migas) saja, tetapi juga sektor perkebunan salah satunya kopi. Kopi Sumsel, kini dilirik oleh pengusaha Mesir.

Pengusaha negeri Fir’aun tersebut, meminta impor kopi dari Sumsel sebanyak 30 ribu ton untuk di ekspor ke negara mereka. Hal ini diungkapkan Sekretaris Asosiasi Pebisnis Indonesia-Mesir, N.A Sutedja yang juga sebagai transletter delegasi Mesir saat di wawancarai usai bertemu dengan gubernur di kantor Pemprov, Senin (13/10).

Ia menjelaskan, kenapa kopi yang dipilih? Karena kopi Indonesia merupakan produk ekspor yang sangat potensial di negara-negara Timur Tengah. “Negara-negara Timur Tengah, khususnya Mesir sangat ingin tahu asal kopi Indonesia yang selama ini mereka nikmati di negaranya,” urainya.

Sementara itu, salah satu importir Mesir yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, Khalid Homdi mengungkapkan, pihaknya siap melakukan pembelian dalam jumlah besar. Hal itu dikarenakan antusiasme masyarakat Mesir pecinta kopi yang berasal dari Indonesia. “Kopi di sini sudah mencapai grade tiga. Makanya kami menyukainya, mulai dari aroma dan rasanya yang sungguh nikmat,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Permana mengatakan, produksi tanaman kopi Sumsel cukup untuk mengcover permintaan importir asal Mesir. Hanya saja saat ini pihaknya harus melengkapi lokasi seperti pelabuhan. Pasalnya, Pelabuhan Bom Baru hanya mampu mengirimkan 9000 ton dalam perbulannya.

“Pintu masuk dan keluar perdagangan itu tidak mudah. Makanya kopi Sumsel banyak keluar melalui pelabuhan Tarahan dan Belawan. Imbasnya, Sumsel terbelenggu road map distribusi,” sebutnya.

Maka lanjutnya, Gubernur Sumsel terus berupaya mempercepat proses pembangunan pelabuhan Tanjung Api-api (TAA). Menurutnya, dengan dibukanya pelabuhan TAA sebagai pendukung Kawasan ekonomi Khusus (KEK) akan mempermudah perdagangan Ekspor Sumsel. “Ekspor Sumsel ini besar, hanya saja yang melalui pelabuhan Bom Baru terbatas,” bebernya.

Ia mengatakan, kedatangan para importir mesir tersebut ingin melihat langsung asal kopi yang selama ini mereka nikmati, ia menjelaskan, selama ini orang mesir tahunya membeli kopi dari Eropa dan turki, padahal Kopi tersebut berasal dari Indonesia yang disokong besar kopi asal Sumsel. “70 persen kopi yang ada di Mesir itu berasal dari Indonesia, dan produsen kopi terbesar Indoensia salah satunya Sumsel,” ucapnya.

Ia mengatakan, kopi yang begitu disukai mesir kopi berjenis Robusta. Kopi Sumsel sendiri adalah jenis robusta. Aroma yang tajam dan khas yang dimiliki kopi Sumsel, serta pekatnya rasa membuat kopi Sumsel mejadi primadona. “Ciri khas kopi Sumsel ini yang membuat mereka rela hadir melihat potensi kopi di Sumsel,” tukasnya.

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com