Oknum PNS Musi Rawas Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

32 total views, 3 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

MUSI RAWAS – EM, Pegawai Negeri Sipil di Dinas Kesehatan Musi Rawas menjadi korban dugaan pelecehan yang dilakukan pimpinannya sendiri. Kini, EM sedang dalam proses perceraian yang dipindahkantugaskan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah lainnya.

Sepekan sudah, EM melaporkan kejadian yang tidak mengenakan ini kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan. Laporan dengan nomor LPB/883/X/2014/SKPKT,tanggal 04 Oktober 2014 kini nampaknya tinggal menunggu hasil dari pihak berwajib.

“Mulanya 10 April 2013, saya terjatuh dan hampir pingsan di ruangan kepala Dinas Kesehatan Musi Rawas. Waktu itu, saya bermaksud menandatangani surat izin praktik kesehatan dan berkas-berkas lainya. Nah, tiba-tiba kepala saya pusing. Lalu, saya menanyakan kepada dokter Tjahjo yang sedang sibuk menandatangani apakah dia punya tersimeter?,” EM berkisah.

Lanjut EM, setelah Dokter Tjahjo menjawab ada, EM langsug berjalan dari ruang pribadi pelaku menuju meja panjang yang berada diluar ruangan untuk mengambil tensimeter.

“Oktor Kusrini (staf pelayanan kesehatan dasar.red) menyuruh saya berbaring di sofa dalam ruangan kepala dinas dan memeriksa tekanan darah saya. Dokter itu berkata tensi saya tinggi sekitar 140/100 mmhg. Saya pun diminta istirahat sebentar,” dikatakan EM.

Tepat pukul 14.00 WIB, EM yang masih dalam keadaan pusing memacu kendaraan roda duanya pulang ke rumahnya untuk istirahat. Selanjutnya pukul 18.30 WIB, ia datang ke tempat praktik pribadi dr Tjahjo di Kelurahan Taba Pingin dengan maksud berobat. Setiba di tempat praktik, EM menjalani proses berobat layaknya pasien umum, yakni mendaftar dengan kartu berobat dan mengantri dengan pasien lainya.

“Ketika masuk ruang periksa, antrian pasien masih sepih. Masuklah saya ke ruang periksa yang bersekat dinding tripleks dengan pintu yang tertutup rapat dengan hordeng yang dipaku mati ke dinding. Dengan cara menyingkap pinggiran hordeng sebelah kanan ,setelah melihat saya yang datang, lalu dr Tjahjo dengan ramahnya menyapa,” terang EM.

Setelah basa-basi berlalu, EM pun menuruti apa yang diperintahkan dr Tjahjo.

“Dia minta saya agar membuka kancing baju kemeja saya,” cetusnya.

Tak sampai di situ. Pelaku bahkan kembali membuka kancing baju korban sampai ke seluruh organ tubuh EM. Alhasil, usai melancarkan perbuatan senonoh, EM pun pulang ke rumahnya.

Guna konfirmasi lebih jauh, Kabar Sumatera coba menghubungi dr Tjahjo yang kini masih menjabat kepala dinas Kesehatan Musirawas, namun telepon selulernya tidak aktif.

 

TEKS   : T MASRI

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com