Kabut Asap, 10 Penerbangan Tertunda dan Jembatan Ampera “Menghilang”

 329 total views,  2 views today

Jembatan Ampera yang Nyaris "Menghilang" Akibat kabut Asap | Foto : Bagus Kurniawan

Jembatan Ampera yang “Menghilang” Akibat kabut Asap | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Kabut asap di Sumatera Selatan (Sumsel), kian pekat. Pantauan Kabar Sumatera, Minggu (12/10) sekitar pukul 08.00 WIB, kabut asap sangat pekat terutama di pagi dan sore hari. Kondisi ini, membuat jarak pandang semakin pendek.

Tebalnya kabut asap tersebut, sangat kentara. Bahkan dari arah Jalan Jenderal Sudirman, menara Jembatan Ampera sempat menghilang tertutup kabut asap. Dari atas Jembatan Ampera, jarak pandang pun sangat pendek.

Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), yang biasanya terlihat dari atas Jembatan Ampera, tertutup kabut asap, begitu juga dengan lalu-lintas di perairan Sungai Musi, tak terlihat. Pengendara kendaraan yang melintas diatas Jembatan Ampera dan sekitarnya, harus menyalakan lampu utama kendaraanya, agar bisa menembus kabut asap yang tebal.

“Sangat tebal, tadi harus menyalakan lampu utama agar bisa menembus kabut asap. Jarak pandang dari atas Jembatan Ampera tadi, sangat pendek. Bahkan dari pangkal jembatan di Seberang Ulu, menara Jembatan Ampera tidak terlihat,” kata Wiwid (28), warga Jalan KH Balqi Banten, Lr Masa Jaya ketika dibincangi sedang berolahraga di pelataran BKB, Palembang, kemarin.

Tak hanya dari atas Jembatan Ampera, kabut asap ini juga sangat terasa saat melintas di kawasan Jalan Demang Lebar Daun. Gedung RS Bunda, yang cukup tinggi hanya samar-samar terlihat dari arah RSI Siti Khadijah.

Tak hanya di Palembang, kabut asap ini juga terjadi di Banyuasin. Pekatnya kabut asap itu, membuat jarak pandang hanya mencapai sekitar 100 meter. Di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung, sejumlah kendaraan terlihat harus memperlambat laju kendaraanya.

“Tadi dari KM 5, Palembang. Tetapi karena tebalnya kabut asap, ya mau tidak mau harus berjalan perlahan. Biasanya jarak tempuh hanya setengah jam, tetapi tadi sampai satu jam lebih,” kata Romli (35), warga Sukomoro yang dibincangi Kabar Sumatera.

Romli mengaku, sudah beberapa hari ini ia menghentikan kebiasaan membuka jendela dan pintu rumahnya di pagi hari. “Biasanya, saya buka pintu rumah pagi-pagi, tapi sejak banyak kabut asap, tidak lagi dibuka. Dibuka, paling sudah siang dan sebelum sore sudah ditutup lagi, “ujarnya.

10 Penerbangan Delay

Tebalnya kabut asap, mengakibatkan jadwal penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang, terganggu. Informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, sedikitnya ada 10 jadwal penerbangan yang terpaksa harus delay (ditunda).

Jadwal penerbangan yang terpaksa ditunda, akibat kabut asap tersebut diantaranya Lion Air dengan nomor penerbangan JT 246 tujuan Batam dan JT 341 tujuan Cengkareng, Jakarta. Kemudian pesawat Air Asia nomor penerbangan AK 450 tujuan Kualalumpur, Malaysia.

Penundaan jadwal penerbangan ini, membuat ratusan penumpang harus tertahan di Bandara SMB II. Mereka hanya bisa menunggu kapan penerbangan, bisa dilakukan. Sekitar pukul 10.00 WIB, kabut asap mulai menipis sehingga. Sejumlah pesawat, informasi yang didapatkan mulai mendarat di SMB II.

 

TEKS            : ARDHY F/ALAM/DIDING

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster