Kabut Asap, Pengendara Wajib Hidupkan Lampu Kendaraan

 427 total views,  2 views today

Ilustrasi Kabut Asap | Dok KS

Ilustrasi Kabut Asap | Dok KS

PALEMBANG – Kabut asap yang menyelimuti Palembang, nampaknya tidak kunjung hilang. Malahan semakin pekat, akibatnya jarak pandang kendaraan semakin pendek. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang mewajibkan kendaraan roda dua maupun roda empat, menghidupkan lampu saat berkendara.

Kabid Transportasi Jalan dan Rel, Dishub Palembang, Agus Supriyanto mengatakan, kabut asap di Palembang bukan hanya ada pada sore atau malam hari, melainkan pagi dan siang hari juga tetap menyelimuti udara di Palembang.

“Kabut asap kemarau tahun ini bisa dikatakan terparah, padahal pemerintah sudah kerahkan helikopter dan perlatan canggih lainnya untuk memadamkan api di titik kebakaran lahan yang ada di Sumsel,” kata Agus yang dibincagi, Jumat (10/10).

Karena semakin pekatnya kabut hingga menyebabkan jarak pandang semakin pendek, maka pengendara kendaraan terang Agus, di wajibkan untuk menyalakan lampu kendaraanya walau pun di siang hari.

Tak hanya itu, pengendara kendaraan pun dihimbau untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan mengurangi kecepatan. “Kami harap, pengguna jalan dapat lebih meningkatkan kewaspadaan saat mengendarai motor atau mobil. Kurangi kecepatan, karena jarak pandang semakin pendek ini bisa beresiko menyebabkan terjadinya kecelakaan,” terangnya.

Agus mengaku, himbauan untuk menghidupkan lampu kendaraan itu sudah dilakukan pihaknya, sejak kabut asap mulai melanda ibu kota Sumsel ini, dengan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. “Kami selalu koordinasi dengan polisi, agar dapat mengingatkan pengendara. Selain itu, kami juga sosialisasikan melalui media,” akunya.

Selain pengendara di darat, sambung Agus, lalu lintas di laut juga selalu dihimbau dan selalu waspada dengan cara mengaktifkan semua navigasi yang ada seperti, lampu penanda kapal, sirene besar dan lainnya. “Walaupun aktivitas di laut tetap lancar, kewaspadaan harus lebih ditingkatkan,” ulasnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Informasi dan Observasi BMKG Kenten, Indra Purna mengatakan, kabut asap yang melanda Kota Palembang disebabkan oleh kebakaran lahan di wilayah Sumsel. “Kabut asap kebakaran lahan itu dibawa angin yang bertiup dari tenggara menuju ke Palembang. Hal itulah yang membuat kabut sangat tebal, di sore dan malam hari,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster