Disdik Dituding Muara Enim Lakukan Intervensi

 346 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Empat Lawang, dituding melakukan intervensi kepada pihak sekolah dalam pembelian material untuk pembangunan sekolah. Tudingan ini, disampaikan salah seorang kepala SD Negeri di Kecamatan Pasemah Air Keruh, Ahmad Senan.

Menurutnya, ada kknum di Disdik Empat Lawang yang sudah terlalu jauh terlibat dalam pembangunan ruangan di sekolahnya. “Ada oknum Disdik, yang sudah jauh terlibat dalam pembangunan, salah satunya dalam menunjuk bahan-bahan atau material seperti atap, plafon hingga rangka baja,” jelasnya, kemarin.

Bukan hanya mengintervensi sebutnya, oknum Disdik tersebut terkesan memaksakan untuk membeli semua bahan-bahan yang sudah disiapkan untuk pembangunan ruangan di sekolahnya. “Tidak hanya intervensi, ini sudah disiapkan, jadi mau tidak mau kita harus gunakan barang itu,” ujarnya.

Menurutnya, oknum Disdik yang mengintervensi sekolah untuk membeli material tertentu guna pembangunan ruangan belajar di sekolah tersebut berasal dari Bidang Sarana Prasarana (Sanpras). “Yang saya tahu, ia orang di Bidang Sanpras. Saya berharap ada evaluasi, jangan kami dipaksa membeli barang mereka,” imbuhnya.

Namun tudingan itu, dibantah Kepala Disdik Empat Lawang, Agusni Efendi melalui Kabid Sanpras, Elvansah Muda. “Tuduhan itu tidak beralasan, kami tidak pernah melakukan hal itu. Semua orang berhak menawarkan kepada pihak sekolah, dan sekolahpun berhak untuk menolak,” bantah Elvansah, kemarin.

Disebutkan Elvan, Disdik tidak pernah mengkondisikan para kepsek khususnya di Pasemah Air Keruh, untuk membeli barang baik berupa material, rangka baja maupun bahan bangunan lainnya kepada orang yang sudah tunjuk. Apalagi dengan mewajibkan dan mengintervensi kepsek, agar membeli material tertentu.

Menurutnya, tudingan itu tidak benar. Karena terdapat beberapa perusahaan, yang bisa menawarkan langsung kepada pihak sekolah. Pihak sekolah pun ujarnya, dapat memilih apalagi Disdik memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk melakukan pembelian. “Siapapun boleh, menawarkan ke sekolah begitu juga sebaliknya pihak sekolah memiliki kebebasan, untuk membeli dimanapun tanpa merasa ada tekanan,” ucapnya.

Elvan mengaku kecewa dengan tudingan yang dilemparkan tersebut. Sebab terang Elvan, bisa saja ada orang yang mengatasnamakan Disdik. Yang pasti tegasnya, Disdik tidak akan mengintervensi sekolah untuk membeli material tertentu dalam pembangunan di sekolah.

Elvan menyarankan kepala sekolah, untuk melapor jika ada oknum yang mengatasnamakan Disdik yang mengintervensi atau meminta sesuatu ke sekolah. “Laporkan ke kami, jika itu ada sehingga kami bisa bertindak,” tukasnya.

 

TEKS           : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster