Peruri Cetak Uang Rp 1,7 Miliar

 1,742 total views,  2 views today

Aktifitas Pencetakan Uang  | Foto : Dok PT Perum Peruri

Aktifitas Pencetakan Uang | Foto : Dok PT Perum Peruri

PALEMBANG – Sebanyak sekitar Rp 1,7 miliar lembar kertas per tahun Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) mencetak uang untuk Bank Indonesia, yang nantinya akan disebarkan keseluruh bank di seluruh Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Corporate Affair (CA) Perum Peruri, Dina Anie Ana, Kamis (9/10).

“Bank Indonesia mengorder percetakan uang kepada kami terus nantinya Bank Indonesia lah yang berhak menentukan penyebaran uang tersebut,” katanya saat kunjungan ke Perum Peruri.

Jelasnya, proses percetakan uang tersebut dimulai dari pembuatan pola dari plat, kemudian nantinya tinta warna akan mengalir ke bagian plat tersebut, baru la dicetak diatas kertas yang berbahan kapas. Setelah dicetak kemudian didiamkan selama 2 hari, agar warna cetak benar-benar menyatu dengan kertas. Setelah itu baru memasuki pemotongan dan lalu kemudian di kirim.

“Jika nantinya ada hasil pencetakan uang tersebut kesalahan, kami tetap mengembalikannya kepada pihak BI untuk dihancurkan,” ujarnya.

Untuk kertasnya sendiri, sambung Dina, sengaja dipilih berbahan kapas karena tidak mudak robek dan kusut. Kertas ini juga didapat dari BI. Pihaknya hanya mencetak saja.

Tak hanya mencetak uang Indonesia perusahaan yang jumlah pegawainya 3022 pegawai ini  juga mencetak uang negara Nepal dan Argentina, serta menerima order percetakan seperti Ijazah, Paspor, Materai dan medali seperti medali Pekan Olah Raga (PON).

“Hampir seluruh universitas negeri di indonesia mencetak ijazah di perum peruri,” katanya.

Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah VII bagian Sumbagsel, Sudarta menambahkan, pihaknya berterima kasih kepada pihak Perum Peruri karena telah menerima kunjungan tersebut.

“Perum peruri ini merupakan perusahaan percetakan terbesar ke 4 di dunia,” terangnya.

Berdasarkan sumber data website BI sampai dengan Agustus 2014 jumlah uang yang beredar Nasional yaitu sebesar Rp 3887 triliun.

“Penyebaran uang tersebut diambil secara nasional karena penyebaran uang tidak menentu,” ungkapnya.

 

TEKS   : AMINUDDIN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster