Semua Perkantoran Wajib Sediakan Ruang untuk Menyusui

Ilustrasi | medisian.blogspot.com

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Kota Palembang, kini memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang penyediaan tempat khusus bagi ibu menyusui. Perda tersebut menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Anton Suwindro, sudah disahkan oleh DPRD Kota Palembang pada Juni lalu.

Dinkes terang Anton, akan menindaklanjuti perda tersebut dengan membuat surat edaran yang ditujukan ke instansi baik pemerintah maupun swasta. Isinya, mereka diminta untuk menyediakan ruangan khusus untuk tempat ibu menyusui.

“Kami menghimbau, semua perkantoran baik swasta maupun pemerintah untuk menyediakan fasilitas tersebut. Jika ini tidak, maka akan dikenakan sanksi tegas,” ancam Anton saat dibincangi usai pekan ASI sedunia di Grand Atyasa, Rabu (8/10).

Anton menyebutkan, perda tersebut dibuat untuk melindungi bayi yang baru di lahirkan agarmendapatkan ASI eksklusif, dari ibunya minimal sampai 6 bulan. Menurutnya, banyak manfaat ASI eksklusif, diantaranya agar ada kontak bathin yang mendalam antara ibudan anak, ibu terhindar kanker payudara dan lainnya. “Selama diberikan ASI, bayi tidak perlu mengkonsumsi makanan lainnya. Artinya cukup dengan ASI saja,” kata Anton.

Menurut Anton, jangan sampai seorang ibu di cap sebagai tempat memproduksi anak saja. Atau dengan kata lain, sang ibu tidak memberikan hak bayi nya untuk mendapatkan ASI eksklusif.

“Biasanya kesan itu timbul pada pasangan muda yang sibuk bekerja. Semua serba instan, begitu anak lahir, langsung diserahkan ke pengasuh. ASI eksklusif, dianggap sepeleh,” terangnya.

Dijelaskan Anton, dalam perda itu diterangkan, ruangan khusus ibu menyusui itu minimal berukuran tiga kali empat meter yang dilengkapi fasilitas wastafel, tempat duduk dan cuci tangan. “Tahap awal kami akan menerapkan ruangan khusus tersebut. Dengan begitu, ibu yang menyusui bayinya akan merasa terlindungi dan diperhatikan oleh negara,” ulasnya.

Anton menambahkan, selain mewajibkan perkantoran menyediakan ruang ASI. Pihaknya juga tengah melakukan pendekatan dengan pemilik rumah toko (ruko) di Palembang seperti di kawasan Jalan Jenderal Sudirman. “Setiap ruko, kita harapkan memiliki ruang ASI. Apabila pemilik ruko keberatan, setidaknya dalam 10 ruko bisa membuat satu ruangan ASI,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com