Dana Pemangku Adat Menguap Dibantah

 267 total views,  2 views today

BANYUASIN – Walau sudah dianggarkan sejak lama di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), namun tidak semua pemangku adat di Kabupaten Banyuasin yang mendapatkan honornya. Ada dugaan honor untuk pemangku adat ini, seperti diberitakan Kabar Sumatera, menguap.

Namun Camat Banyuasin III, Alfian, memastikan itu tidak terjadi di Kecamatan Banyuasin III. Menurut Alfian, honor itu sudah diterima oleh semua pemangku adat bersamaan dengan cairnya Dana Alokasi Desa (DAD).

“Tetapi untuk saat ini, honor itu memang belum dibayarkan kepada para pemangku adat yang ada disetiap desa. Sebab DAD juga belum cair, karena ada beberapa desa yang belum menyerahkan laporan pertanggungjawaban. Namun sebelum Idul Adha lalu, DAD itu sudah mulai dikucurkan,” kata Alfian ketika dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (8/10).

Bagaimana dengan pengakuan salah satu pemangku adat di Banyuasin, yang merasa tidak pernah mendapatkan honor sebagai pemangku adat ? Alfian menyebut, itu mungkin disebabkan sering terjadinya pergantian pemangku adat.

“Pemangku adat itu, SK pengangkatannya dari kepala desa. Sehingga bisa saja, terjadinya pergantian kepala desa maka pemangku adat juga berganti.. Namun pemangku adat itu, tidak tahu bawa sudah terjadi penggantian pemangku adat,” jelasnya. Baca Juga : ( Dana Pemangku Adat Diduga Menguap )

Sebagai informasi, seperti diberitakan Kabar Sumatera sebelumnya, dana pemangku adat yang dianggarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin sebesar Rp 700 ribu per desa di 288 desa, diduga menguap. Pasalnya ada beberapa pemangku adat mengaku, selama ini belum pernah menerima dana tersebut

Zaenal, pemangku adat disalah satu desa di kawasan perairan Kabupaten Banyuasin misalnya. Ia menyebut, jangankan mendapatkan uang untuk pemangku adat, ia saja tidak mengetahui ada anggaran tersebut. “Mungkin karena saya warga perairan, jadi kurang informasi. Tetapi hingga saat ini, saya tidak tahu kalau pemangku adat ada honornya,” kata Zaenal yang dibincangi, Selasa (7/10).

Menurut Zaenal, tidak hanya baru mengetahui kalau pemangku adat ada honor tetapi juga baru tahu selama ini ada program pembinaan dan sosialisasi pelestarian adat setelah membaca koran di Pangkalan Balai, kemarin.

Tetapi sebutnya, secara pribadi, honor tersebut tidaklah terlalu dipersoalkannya.Sebab kata Zaenal, baginya yang terpenting adalah bisa menjalankan tugas dan fungsinya sebaik mungkin sebagai pemangku adat.

“Namun kalau dikasih honor, ya saya terima. Siapa sih orang yang menolak, jika dikasih uang apalagi jika itu sudah dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Yang jelas, kalau memang itu hak saya tidak akan lari kemana,” ucapnya.

Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Banyuasin yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Masyarakat Desa dan Sisbud (KMD), Yuni menyebut, honor untuk pemangku adat tersebut sudah lama dianggarkan oleh Pemkab Banyuasin. “Namun bisa saja, jika ada pemangku adat yang tidak menerimanya. Tetapi itu jumlahnya sedikit, paling sekitar satu persen,” tukasnya.

 

TEKS        : DIDING KARNADI

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster