Polres Ogan Ilir Gelar Shalat Istisqa

 148 total views,  2 views today

Salat Minta Hujan (Istisqa) di Mapolres OI, Kamis, (3/10/2014) | Foto : Joen KS

Polisi Gelar Salat Minta Hujan (Istisqa) di Mapolres OI, Kamis, (3/10/2014) | Foto : Joen KS

INDERALAYA – Kepolisian Resort (Polres), Ogan Ilir dan Pemkab Ogan Ilir serta para tokoh agama, santri Ponpes Rhaudatul Ulum (RU) Sakatiga dan Ponpes Al Ittifaqiah Inderalaya, melaksanakan Shalat Istisqa atau shalat minta hujan.

Kegiatan berlangsung, Jumat (3/10) di Halaman Mapolres Ogan Ilir sekitar pukul 09.00 WIB. Hadir pada acara salat Istisqa Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat dan unsur jajarannya, Wabub OI H M Daud Hasyim dan para Unsur SKPD, para santri dan tokoh agama, alim ulama serta jamaah masjid.

Salat Istisqa dengan imam Zainal Abidin dan Khotbah plus doa oleh Ustadz Muhyidin dari Ponpes Al Ittifaqiah Inderalaya.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Asep Jajat Sudrajat usai melaksanakan salat Istisqa mengatakan kepada koran ini, pelaksanaan Istisqa ini sebagai wujud untuk bermunajat kepada Allah SWT, di mana belakangan ini di wilayah Kabupaten Ogan Ilir dan umumnya di Sumsel telah dilanda kemarau panjang.

“Dampak dari bencana alam ini, menyebabkan banyak lahan yang terbakar dan menimbulkan kabut asap yang tebal dan mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu lalu lintas,” ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, lanjut Kapolres, beberapa daerah juga sudah mengalami kekeringan air, warga sudah mulai kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk keperluaan sehari-harinya.

“Untuk itu kita memohon pertolongan dan mengadu dengan kondisi ini, tiada lain hanya kepada Sang Pencipta Allah SWT. Kita berharap dan berserah diri, dan memohon agar doa dia kita diijabah , agar rezeki segera dikirimkan yakni diturunkannya hujan ke muka bumi ini,” tutur Kapolres

Sehingga, sambungnya, kebakaran lahan dan kabut asap yang saat ini terus berlangsung, akan berakhir dengan turunnya Rahmat dari Allah SWT berupa hujan.

“Rekayasa seperti hujan buatan yang kita lakukan tentu ada batasnya, namun rekayasa yang dilakukan Sang Pencipta tidak ada batasnya, mari kita berserah diri,” ungkapnya.

 

Teks    : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster