Wabup Lahat Tinjau Pengrusakan Pohon

 42 total views,  3 views today

LAHAT – Wakil Bupati (Wabup) Lahat Marwan Mansyur meninjau pengrusakan pohon di depan lapangan Glora Serame Lahat. Kunjungan wabup ini menyusul adanya puluhan batang pohon yang ditanam tiga tahun lalu dirobohkan pelebaran jalan.

Pantauan Kabar Sumatera, Kamis, (2/10), Marwan Masnyur didampingi Kepala Dinas Pasar Irpan Ilias, Kabid Pengadaan dan Pengairan PU BM Teddi Juniastanto langsung meninjau ke lokasi perusakan pohon kesayangan masyarakat Lahat itu. Seketika Marwan pun langsung meminta pada Irpan sesegera mungkin menanam kembali pohon di tempat tersebut.

Marwan mengungkapkan, kekecewaannya terhadap pengerjaan pelebaran jalan itu, bukan hanya penebangan pohon saja. Pelajaran jalan ini acak-acakan karena usai pembongkaran trotoar itu sisi kiri kanan jalan berhamburan dan tak dirapikan lagi, termasuk di depan rumah dinas bupati sendiri.

“Tolong awasi pelebaran jalan ini oleh dinas PU BM, jangan dilepas begitu saja pembangunan itu, sebab ini berhubungan dengan masyarakat langsung, membangun juga harus perhatikan lingkungan termasuk didepan rumah dinas wakil bupati jadi acak-acakan, kalau bukan saya tegur duluan tidak dibersihkan,” dijelaskan Marwan.

Ucap Marwan, apa yang dilaksanakan, pihak kontraktor ini benar-benar sudah merusak lingkungan sebab selama ini di Kabupaten Lahat menyerukan hijaukan Lahat. Namun, malah di rusak begitu saja. Ini karena PU BM  kurangnya koordinasi dengan pihak dinas pasar kebersihan dan keindahan kota termasuk dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH).

“Makanya, PU Bina Marga harus koordinasi dengan pihak kebersihan dan keindahan kota, termasuk BLH supaya tidak terjadi hal seperti ini,” ungkap dia.

Teddi Juniastanto, Kabid Bina Marga dan Pengairan dihadapan Marwan Mansyur mengungkapkan dirinya tidak mengetahui hingga terjadinya penebangan pohon itu. Sementara itu Karsidi PPTK pembangunan pelebaran jalan tersebut tidak pernah teelihat sepanjang pengerjaan proyek itu. Proyek pelebaran jalan ini dikerjakan, PT Alfa Alim Utama dengan anggaran Rp 25 miliar dengan PPTK Karsidi.

Kekecewaan ini juga disampaikan Irpan Ilyas kepada pihak kontraktor karena tak ada koordinasi dengan pihaknya sebelum penebangan pohon itu. Apalagai pohon kayu Bongor yang didatangkan dari Bogor itu sejak tiga tahun lalu.

“Kami langsung tanam lagi pohon di sepanjang jalan tersebut, karena kami tanam pohon itu sejak tiga tahun lalu,” tutup Irpan

 

TEKS    : JUMRA ZEFRI

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com