Kabut Asap Timbulkan Penyakit Baru

 310 total views,  2 views today

Ilustrasi Kabut Asap | Dok KS

Ilustrasi Kabut Asap | Dok KS

PALEMBANG – Penyakit yang disebabkan kabut asap ternyata bukan hanya Inpeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) saja, tetapi masih banyak lagi penyakit lainnya seperti gangguan selaput lendir mata hingga alergi kulit.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, Afrimelda mengatakan, laporan soal penyakit kulit di Palembang berdasarkan data Dinkes dari Agustus-September mengalami peningkatan 25-30 persen.

“Ada empat kategori yang biasa terserang penyakit kulit itu yakni, ibu hamil, bayi dan balita, anak usia Sekolah Dasar (SD) dan lanjut usia (lansia). Karena ke empat kategori ini, sistem kekebalan tubuhnya masih lemah,” kata Afrimelda, Kamis (2/10).

Menurutnya, untuk gangguan selaput lendir mata juga mengalami peningkatan, dari Agustus ke September. Peningkatannya sekitar 200 ratus jiwa. “Padahal, di bulan sebelumnya hanya ada puluhan orang yang menderita selaput lendir mata. Tapi, ketika kabut asap melanda Palembang sejak awal Agustus, penderitanya meningkat tajam,” jelasnya.

Afrimelda mengaku, untuk meminimalisir berbagai penyakit yang disebabkan kabut asap, pihaknya rutin melakukan penyuluhan di puskesmas-puskesmas yang ada di metropolis. “Pencegahan yang kami lakukan melalui sosialiasi, penyuluhan-penyuluhan dan lainya,” akunya.

Afrimelda menghimbau, masyarakat lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan, yang mengandung vitamin C dan vitamin A. Sehingga tubuh kebal dari penyakit. “Selain itu, tubuh juga harus diisi sayur-sayuran, sehingga kulit tidak mudah kering dan tidak mudah terkena penyakit kulit. Sementara agar dehidrasi tetap baik, perbanyak minum air putih dan kurang minum es,” imbuhnya.

Afrimelda menambahkan, selain kabut asap yang bercampur debu, saat ini Kota Palembang juga sudah tercemar polusi akibat gas buang kendaraan yang tidak dilakukan perawatan. “Karenanya harus lebih berhati-hati, kalau mau ke luar rumah harus pakai pelindung atau masker,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Palembang, Tabrani mengatakan, saat ini kualitas udara di Palembang semakin memburuk, hal itu di dapat dari Indeks Standar Pencemar Udara (Ispu) yang mencapai 420 Ispu.

“Hal itu juga menyebabkan penderita Ispa meningkat tajam. Kami terus berusaha untuk membuat edaran dan menyebar masker untuk masyarakat. Kami juga sudah koordinasi dengan dinas pendidikan terkait jam belajar mengajar bagi siswa,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster