Dugaan Korupsi Wisma Atlet, KPK Periksa Pejabat di PU Sumsel

 328 total views,  2 views today

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) | Ist

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) | Ist

PALEMBANG – Kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) Wisma Atlet Palembang terus bergulir, tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat ini akan memeriksa pejabat di Dinas PU Cipta Karya (CK) Sumsel bernama, M Arifin.

Arifin menurut juru bicara KPK, Johan Budi, diperiksa dengan status sebagai saksi bagi tersangka Rizal Abdullah, yang merupakan Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet dan Kepala Dinas PU Bina Marga (BM) Sumsel.

“KPK sudah melayangkan surat panggilan, untuk Arifin sejak Rabu (1/10). Rencananya, Arifin akan dimintai keterangan sebagai saksi pada hari ini (Kamis). Namun, saya belum tahu apakah ia memenuhi panggilan itu atau tidak,” kata Johan Budi yang dihubungi, Kamis (2/10)

Selain sudah melayangkan surat panggilan terhadap Arifin menurut Johan, sejumlah pejabat di Dinas PU Sumsel yang dinilai mengetahui proyek pembangunan wisma atlet tersebut sudah dimintai keterangan.

Setidaknya sebut Johan Budi, sudah ada empat saksi di luar Arifin yang sudah dimintai keterangan untuk tersangka Rizal. Siapa ke empat saksi yang sudah dimintai keterangan itu ? Johan Budi mengaku lupa nama-nama pejabat Sumsel itu.

Masih kata Johan, pemeriksaan untuk saksi-saksi terhadap tersangka Rizal Abdullah seluruhnya akan dilakukan di KPK. Dengan demikian, mereka yang menerima surat panggilan dari KPK diharuskan datang ke KPK.

Padahal, saat memintai keterangan terkait dugaan suap yang melibatkan Wali Kota Palembang, Romi Herton, sejumlah saksi diperiksa tim penyidik KPK di Mako Brimob Polda Sumsel, Bukit Besar, Palembang.

Ketika ditanya akankah ada penetapan tersangka selanjutnya terkait Wisma Atlet, Johan mengatakan, belum ada indikasi ke arah sana. Semuanya masih menunggu hasil keterangan, baik dari saksi ataupun pejabat yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Untuk pemberlakuan penahanan, semuanya wewenang penyidik. Untuk Rizal Abdullah, saat ini belum ditahan,” kata Johan.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Rizal Abdullah yang merupakan Kepala Dinas PU BM Sumsel, sebagai tersangka pada 29 September 2014 lalu. Rizal diduga telah menerima fee dari pembangunan Wisma Atlet sebesar Rp 25 Miliar.

 

TEKS        : OSCAR RYZAL

EDITOR      : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster