Bupati Muratara Kembali Didesak Mundur

 375 total views,  2 views today

Ratusan masyarakat Muratara, Kamis (2/10), melakukan aksi di Pemkab Muratara. Mereka mendesak Pj Bupati Muratara, Akisropi Ayub untuk mundur dari jabatannya. | Foto : T Masri Syah/KS

Ratusan masyarakat Muratara, Kamis (2/10), melakukan aksi di Pemkab Muratara. Mereka mendesak Pj Bupati Muratara, Akisropi Ayub untuk mundur dari jabatannya. | Foto : T Masri Syah/KS

MURATARA – Pejabat (Pj) Bupati Musirawas Utara (Muratara), Akisropi Ayub kembali didesak mundur dari jabatannya. Desakan ini disampaikan ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Muratara (Ampuh) saat melakukan aksi di halaman Pemkab Muratara, Kamis (2/10).

Aksi ini, adalah aksi kedua kalinya yang dilakukan masyarakat Muratara untuk meminta Akisropi mundur dari jabatannya. Sebelumnya, aksi yang sama juga pernah dilakukan masyarakat. Desakan itu dilakukan, karena Akisropi dianggap ikut bertanggungjawab dengan adanya dugaan suap dalam penerimaan CPNS di Muratara.

Pantauan Kabar Sumatera, ratusan massa ini datang ke Pemkab Muratara sekitar pukul 10.30 WIB. Sesampai di halaman Pemkab Muratara, mereka langsung memasang spanduk bertulisan “Akis….mundur sekarang juga sebagai Pj Bupati Muaratara”. Selain spanduk yang dipasang Ampuh ini, ada juga spanduk senada yang dipasang AMP Muratara.

Selama dua jam, ratusan masyarakat Muratara ini melakukan aksi dengan kawalan ketat aparat kepolisian. Namun tidak ada satu pun pejabat di lingkungan Pemkab Muratara yang menemui mereka. Kesal dan takut emosi massa memuncak, akhirnya aksi itu bubar dengan sendirinya.

“Akisropi harus berani turun dari jabatannya, sebagai Pj Bupati Muratara karena ini demi Muratara kedepan. Kami menilai, tidak menunjukkan keseriusan untuk memajukan Muratara itu dibuktikan dengan kinerjanya yang kurang signifikan,” kata Febri, koordinator aksi (korak).

Menurutnya, masyarakat hanya menutut keadilan. Investor sebutnya, bakal segera masuk di Muaratara dan masyarakat tidak ingin dibodohi dengan hanya menjadi penonton. Karenanya terang Febri, dibutuhkan pemimpin yang punya komitmen kuat untuk kemajuan Muratara dan masyarakat. “Kami inginkan bupati seperti itu, “ ucapnya.

Ia menyebut, Muratara kaya akan potensi Sumber Daya Alam (SDA). Kekayaan itu diharapkan bisa memajukan Muratara kedepannya. “Kami tidak ingin dipimpin oleh orang “asing”, yang tidak mengerti masyarakat Muratara. Saat ini saja, pejabat di Pemkab Muratara bekerja dengan fasilitas mewah sementara masyarakat membutuhkan fasilitas air bersih, pendidikan, kesehatan dan lainnya,” ujarnya.

Menurut Febri, bukan hanya itu saja alasan mereka menolak Akisropi dan mendesaknya mundur dari jabatannya sebagai Pj Bupati Muratara. Febri menyebut, Akisropi harus ikut bertanggungjawab terhadap kasus yang menjerat Kabag Hukum Pemkab Muratara, Muhammad Rifai.

Muhammad Rifai sendiri ditangkap Polda Bengkulu, karena membawa uang sekitar Rp 2 miliar yang diduga hendak dibawa ke Jakarta untuk suap penerimaan CPNS di Muratara. “Tidak mungkin, ia melakukan perjalanan rahasia dengan membawa mobil dinas dan uang miliaran rupiah, tanpa ada perintah atasannya. Pasti ada aktor intelektualnya,” tudingnya.

Sementara itu, Komandan Kompi (Danki) B Brimob Petanang Kota Lubuklinggau, AKBP Bahtiar menyebut, ada 125 personil yang diturunkan untuk melakukan pengamanan aksi tersebut. “Kami turunkan 125 personil dan peralatan lain seperti gas air mata, water canon dan lainnya untuk berjaga-jaga. Kami hanya bersiaga,” tukasnya.

 

TEKS         : T MASRI SYAH

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster