Pembangunan Irigasi di Lempuing, Warga Minta Ganti Rugi Rp 500 Ribu/Meter

 1,647 total views,  4 views today

KAYUAGUNG – Proyek Pembangunan Irigasi teknis senilai Rp 400 miliar di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sampai saat ini masih terkendala gantirugi lahan di beberapa titik yang terkena saluran irigasi, pemilik lahan meminta ganti rugi melebihi nilai jual objek pajak (NJOP). Padahal pembangunan saluran sekunder irigasi sudah mencapai 75 persen.

Para pemilik lahan minta ganti rugi Rp500 ribu per meter, akibatnya proyek irigasi mandek dilanjutkan, karena belum sanggup memenuhi permintaan ganti rugi dari pemilik lahan yang dinilai sangat tinggi.

Camat lempuing Imam Tohari, kemerian, mengatakan,  saat ini pembangunan irigasi teknis  sepanjang  1.400 meter sudah 75 persen, nanti setelah saluran sekunder selesai, dilanjutkan pembangunan saluran promer atau saluran air yang langsung ke areal persawahan.

Kata Imam, sangat disayangkan, saat ini masih ada pemilik lahan di Desa Cahaya Maju, yang terkena saluran irigasi meminta gantirugi sangat tinggi.

“Masih ada dua persil yang belum ada kesepakatan gantirugi, pemilik lahan meminta gantirugi senilai Rp 500 ribu/meter, sementara NJOP di sana sebesar Rp 270 ribu, inilah yang masih menjadi kendala, tetapi saat ini masih dalam tahap negosiasi untuk disesuaikan dengan harga pasaran setempat,” ungkapnya.

Dijelaskan Imam, Irigasi ini nanti akan mengaliri sawah di 7 desa yakni Cahya Tani, Sukamaju, Bumi Agung, Sumber Agung, Kepahyang, Tebing Suluh dan Tugu Mulyo.

“Secepatnya  mafaatnya  bisa langsung dirasakan oleh petani di 7 Desa,” katanya.

Pihaknya berharap masyarakat bisa memahami, bahwa proyek  irigasi teknis ini untuk kepentingan masyarakat, agar produksi padi meningkat.

“Kami minta masyarakat jangan memanfaatkan proyek ini untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya, dengan mematok harga gantirugi dengan harga yang sangat tinggi, ptoyek irigasi inikan untuk masyarakat juga,” jelasnya.

Irigasi yang dibangun seluas sekitar 13.500 Hektar itu  diteragetkan bisa dimanfaatkan masyarakat pada 2015  mendatang. Untuk pembukaan saluran airnya dilakukan di Desa Cahya Tani, yang menghubungkan irigasi dari kabupaten OKU Timur dengan OKI. Karena di OKU Timur juga ada irigasi Upper Komering.

“Irigasi teknis merupakan program yang baik bagi pemerintah khususnya masyarakat/petani. Adanya irigasi teknis ini akan meningkatkan volume panen bagi petani menjadi 4 kali panen pertahun, 2 kali panen padi dan 2 kali panen palawija,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKI Syarifudin berkata, Pekerjaan irigasi ini memang dipercepat dan ditargetkan desember tahun ini selesai untuk meningkatkan hasil produksi padi di Lempuing.

“Kalau irigasi ini sudah beroperasi pasti produksi padi di OKI akan meningkat,” katanya.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster