HUT Kota Lubuk Linggau k 13, Reklame Ilegal Dibongkar Paksa

 407 total views,  2 views today

Ilustrasi Reklame

Ilustrasi Reklame

LUBUKLINGGAU – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Lubuklinggau ke-13 tahun 2014 yang jatuh pada 17 Oktober mendatang, Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengintruksikan jajaranya untuk menertibkan reklame-reklame yang menyalahi peraturan atau ilegal.

Pencabutan paksa puluhan reklame ini dilakukan sejak Rabu (1/10), dilakukan tim gabungan dari Bagian Hukum Setda Lubuklinggau,Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Kantor Pelayanan Perizinan dan Dinas Pendapatan Pengelolaan Kuangan dan Asset Kota Lubuklinggau.

Pantauan Kabar Sumatera, tim gabungan dari lima instansi ini mulai menyusuri reklame-reklame dari Jalan Garuda tepatnya didepan Sekretariat DPD KNPI Lubuklinggau kemudian di Jalan Yos Sudarso, kemudian Jalan Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II serta Jalan Ahmad Yani.

Adapun beberapa reklame yang diturunkan paksa diantaranya, spanduk iklan optik, provider, stiker-stiker bekas pileg yang menempel ditiang-tiang papan reklame. Disamping itu, tim juga membersihkan papan-papan reklame dari bekas-bekas spanduk, tali, dan pengrusak keindahan kota lainya.

“Kita hari ini menertibkan reklame atau spanduk-spanduk, yang menyalahi aturan pemasanganya, sesuai instruksi wali kota,” kata Zulkarnain, salah seorang petugas dari Sat Pol PP Lubuklinggau.

Terpisah, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Lubuklinggau, Kahlan menyebut penertiban tersebut dilakukan berdasarkan instruksi wali kota. Tujuanya kata dia, untuk menginventarisir reklame-reklameyang tidak berizin karena mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kemudian agar kota dengan slogan Sebiduk Semare ini tidak kelihatan semrawut. “Dampak positifnya banyak, salah satunya untuk PAD, dan memperindah Kota Lubuklinggau kalau reklame-reklame ini dipasang pada tempatnya dan memmiliki izin,” cetusnya.

Dijelaskanya, pemasangan reklame tidak pada tempatnya atau tidak menagntongi izin melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang Reklame dan Perda Nomor 1 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang dan Rencana Wilayah (RTRW) Kota Lubuklinggau.

Namun lanjut Kahlan, untuk reklame-reklame permanen seperti di simpang lampu merah bandara yang salah satunya milik Pemkab Musi Rawas, dalam waktu dekat akan dikoordinasikan terlebih dahulu sebelum dilakukan penertiban.

Nah, untuk pemilik reklame yang melanggar perda tersebut jelasnya, akan segera diberikan teguran lisan dan tertulis untuk tidak mengulangi lagi perbuatan melanggar aturan tersebut. “Kita berharap kesadaran para pemilik reklame untuk memetahui regulasi yang telah dikeluarkan Pemkot Lubuklinggau. Kami menghimbau, agar jangan memasang reklame jenis apapun sebelum mengantongi izin. Selain itu, jangan dipasang di wilayah terlarang seperti tiang telpon, tiang listrik dan lain sebagainya,” tukasnya.

 

TEKS          : T MASRI SYAH

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster