90 Persen Lahan Gambut OI Dibakar, Polisi Buru Pembakar Lahan

 303 total views,  2 views today

Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat didampingi Kasatres Iptu David Sidiq saat memberikan keterangan pers di lokasi kebakaran lahan | Joen KS

Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat didampingi Kasatres Iptu
David Sidiq saat memberikan keterangan pers di lokasi kebakaran lahan | Joen KS

INDERALAYA – Kebakaran lahan di Kabupaten Ogan Ilir (OI), khususnya di seputar Kota Inderalaya, tampaknya hingga kini belum berakhir. Kepulan asap yang membumbung tinggi hingga menutup jarak pandang masih saja terlihat.

Informasi yang didapat, kebakaran lahan di Kabupaten Ogan Ilir hampir 90 persen disebabkan oleh tangan-tangan jahil yang sengaja membakar untuk keperluan membuka lahan.

Polres OI pun, kini tengah memburu pelaku pembakaran lahan yang sudah merugikan berbagai pihak.

Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat didampingi Kasatres Iptu David Sidiq saat meninjau langsung lokasi kebakaran lahan di Jalan Sarjana, Inderalaya Utara, Rabu (1/10), mengatakan, data yang diperoleh dari berbagai sumber, kebakaran lahan di Ogan Ilir, hampir 90 persen dibakar. Untuk itu, lanjut Kapolres, pihaknya kini tengah memburu para pelaku pembakaran lahan.

“Ya, kami dapat data dari berbagai sumber, 90 persen kebakaran lahan karena dibakar. Namun, data itu kita analisa di lapangan dan ternyata dugaan kuat sengaja dibakar,” ungkapnya.

Lanjut Kapolres, untuk itu pihaknya sudah membentuk tim atau Satuan Tugas (Satgas), untuk menyelidiki penyebab kebakaran lahan tersebut. “Kita sudah bentuk Satgas untuk menanggulangi kebakaran lahan. Satgas sosialisasi, satgas darat yakni bertugas untuk melakukan penyelidikan dan Satgas Gakumdu untuk menindak tegas pelaku pembakaran lahan,” tegasnya.

Sementara itu, Kasatres Iptu David Sidiq menambahkan, meski dirasa sangat sulit, namun pihaknya terus berusaha mengungkap kasus kebakaran lahan.

“Biasanya, kalau hendak ketahuan banyak alibi. Warga mengelak, jika api asalhnya dari kejauhan dan merembet. Namun kita akan terus lakukan penyelidikan,” paparnya.

Disinggung sanksi pidana, Kasat menjelaskan, pelaku pembakaran lahan akan dikenakan UU Lingkungan, Kehutanan, Perkebunan dan UU lainnya termasuk KUHP. “Ancaman untuk UU Lingkungan yakni 15 tahun penjara dan denda Rp16 Miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Rabu (1/10), kemarin, kebakaran lahan terjadi di tiga titik, diantaranya di belakang Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan

(LPMP), samping Perumahan Citra, di Jalan Sarjana serta di area Perumahan Bumi Inderalaya Permai (BIP), yang keseluruhannya terletak di Kota Inderalaya.

Petugas gabungan, dari Petugas Kebakaran (PBK), Pemkab OI, Polres serta Koramil Inderalaya turun langsung memadamkan api agar tidak menjalar.

Kebakaran lahan di Jalan Sarjana terpantau, api mulai terlihat sekitar pukul 10.00 WIB. Hembusan angin yang cukup kencang membuat api terus membesar.

Bahkan, sekitar pukul 13.00 WIB, api terus menjalar hingga nyaris membakar rumah permanen milik Sukiyem, yang berada di sebelah lahan.

Polres OI, yang dipimpin langsung Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat mengerahkan satu pleton Unit Sabhara untuk memadamkan yang terus membesar.

Selain itu, anggota Komando Rayon Militer (Koramil), 07 Indralaya yang dipimpin langsung Danramil Kapt Salamun juga ikut terjun memadamkan api.

Baik TNI maupun Polri berusaha memadamkan api dengan alat seadanya agar tidak menjalar. Setengah jam kemudian, satu unit PBK Pemkab OI datang turut membantu memadamkan api.

Sukiyem (30), pemilik rumah mengaku tidak mengetahui asal api tersebut. “Saya lihat sudah ada api, tapi masih jauh. Karena angin kencang jadi api menjalar. Alhamdulillah ada petugas Polres, Koramil dan PBK, jadi rumah kami terhindar,” ungkapnya.

 

Teks    : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster