Terkait RUU Pilkada, KPU dan Panwaslu Tunggu Hasil MK

 254 total views,  2 views today

INDERALAYA – Sejak ditetapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada menjadi UU, yang menetapkan pemilihan kepala daerah seperti gubernur, bupati walikota, praktis, peran dan fungsi penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), tidak seperti dulu.

Baik, KPU maupun Panwaslu, sama-sama masih menunggu hasil putusan MK yang sedang bergulir 30 hari ke depan.

Ketua KPU OI, Anahrir melalui anggota KPU Amrah Muslimin, SE, Selasa (30/9), mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil gugatan MK dalam waktu 30 hari ke depan.

“Kita, masih menunggu hasilnya, apakah ditolak atau dikabulkan,” paparnya.

Ia menambahkan, jika nanti tolak, artinya Pilkada nanti akan melalui DPRD, bukan melalui pemilihan langsung. Sementara fungsi dari penyelenggara akan berkurang.

“Jelas ini akan berkurang fungsi dan perannya. Dan KPU bisa dibentuk melalui Ad Hoc, atau dibentuk enam bulan sebelum pelaksanaan Pilkada,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Panwaslu OI, melalui anggota Darmawan Iskandar menurutnya, Panwaslu masih menunggu keputusan hasil gugatan di MK dan instruksi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Pusat.

“Ya, kita juga masih menunggu hasil gugatan, apakah diterima atau ditolak. Kita juga belum ada instruksi langsung dari Bawaslu,” ungkapnya.

Lanjut Iskandar, jika gugatan ditolak, teknis pengawasan juga belum diketahui secara pasti. “Apakah dilibatkan dalam pengawasan di DPRD atau seperti apa kita masih menunggu petunjuk. Yang jelas, Desember ini masa tugas Panwaslu berakhir, nanti pengangakatan apakan melalui Ad Hoc atau tetap masih menunggu,” pungkasnya.

 

Teks    : Junaedi Abdillah

EDITOR : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster