“Pramuka Membentuk Karakter Siswa”

 287 total views,  2 views today

Ilustrasi Pramuka

Ilustrasi Pramuka

PALEMBANG – Pramuka merupakan wadah dimana tempat seorang anak menempa watak dan kepribadian yang ada didalam dirinya sebelum ia mengahadapi dunia nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Demikian dikatakan Dr Muhajirin MA, salah satu akademisi Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang, Selasa (30/9), menanggapi sejumlah kegiatan pramuka di Palembang.

Lebih lanjut, mantan aktifis pramuka IAIN Raden Fatah ini menegaskan, melihat pentingnya pramuka, maka pramuka harus terus ditumbuhkan dan dikembangkan di kalangan anak dan kaum muda. “Pendidikan Pramuka berperan sebagai komplemen dan suplemen terhadap pendidikan formal,” ujarnya.

Muhajirin juga membantah jika ada sebagian orang mengatakan, kegiatan pramuka hanya kegiatan yang tidak diperlukan di zaman sekarang ini. Menurut Muhajirin anggapan seperti itu merupakan pendapat orang-orang yang hanya mengkuti kegiatan-kegiatan pramuka sekadar ritual tanpa isi saja, karena bagi mereka yang bisa mengambil manfaat dari kegiatan-kegiatan yang dalam pramuka akan terasa manfaatnya, terutama dalam pergaulan sehari-hari di masyarakat. “Jelas sekali perbedaannya antara anak yang aktif pramuka dengan anak yang tidak aktif di Pramuka. Ada beberapa manfaat yang bisa rasakan dan bisa diambil dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh gerakan Pramuka, manfaat tersebut bisa dilihat dari berbagai aspek, diantaranya, aspek sosial dan kesehatan,” tegasanya.\

Sebelumnya, Direktur Pendidikan Khusus Layanan Khusus  Dikdas Mudjito mengatakan, seluruh kegiatan pramuka merupakan  bagian dari  pembinaan karakter, termasuk revolusi mental. Dalam kegiatan pramuka  ditanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa.

Permainan di pramuka, kata Mudjito, berhubungan dengan kebangsaan seperti acara kibar bendera, penyelamatan lingkungan,  daur ulang barang bekas, pembuatan keterampilan, pentas seni, juga pembacaan puisi. Peserta Jambore kali ini terdiri dari ABK  kelas 5,6,7,8,9.

Para peserta, kata Mudjito, berasal dari 34 provinsi yang terdiri dari bermacam-macam  etnis, budaya, agama, dan latar belakang. “Sehingga mereka bisa saling mengenal dan menyayangi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan,” katanya.

Pendidikan karakter dalam pramuka, terang Mudjito, menjadi pelengkap pendidikan  di sekolah. Pendidikan di sekolah banyak  berhubungan dengan aspek  akademik sedangkan pendidikan di pramuka lebih banyak ke pendidikan  sikap dan ketrampilan.

“Anak-anak banyak  beraktivitas di  lapangan. Mereka belajar bekerja sama dengan anak-anak lain dari suku, budaya, latar belakang yang berbeda,” kata Mudjito.

 

TEKS    : AHMAD MAULANA

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster