Penerima PKH di Lubuk Linggau Berkurang Lima Persen

 319 total views,  2 views today

pkh

LUBUKLINGGAU – Kuota penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Lubuklinggau untuk 2014 menurun lima persen dibandingkan jumlah penerima PKH pada 2013. Di 2014 menurut Pendamping PKH Dinas Sosial (Dinsos) Lubuklinggau, Ahmad Zulbandi, ada 3.905 penerima PKH.

Berkurangnya penerima program bantuan dari Kementrian Sosial (Kemensos) tersebut menurut Zulbandi disebabkan data penerima yang diajukan oleh Dinsos ke Kemensos beberapa waktu lalu, tidak valid. Itu diketahui, setelah dilakukan validasi data oleh tim pendamping PKH.

“Hasil validasi data yang kita lakukan di tujuh kecamatan, hasilnya memang ada data penerima yang tidak ditemukan keberadaannya. Dalam satu kecamatan, rata-rata ada lima persen data yang tidak valid,” terang Zulbandi ketika dibincangi, Selasa (30/9).

Validasi ini jelasnya, penting dilakukan untuk pengajuan pencairan bantuan sosial berupa dana langsung yang akan dikirim ke rekening penerima manfaat dengan metode pembayaran triwulan.

Kecamatan yang telah dilakukan validasi jelasnya, mengalami pengurangan kuota sebanyak lima persen yakni Lubuklinggau Utara I dan II, Lubuklinggau Barat I dan II, Lubuklinggau Selatan I dan II dan Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Berdasarkan pengecekan tim pendamping PKH, lima persen data tidak valid tersebut rata-rata penerima tidak ditemukan alamat tempat tinggalnya sesuai dengan data sebelumnya. “Kita laporkan ke Kemensos, bahwa alamat tidak ditemukan. Kalau yang banyak terjadi di lapangan penerima ini pindah tempat tinggal, yang tidak diketahui baik RT maupun kelurahan dan kecamatan,” jelas Zulbandi.

Diterangkannya, pengajuan pencairan bantuan PKH ini akan diajukan setelah selesai validasi dan akan cair, pada November mendatang. Besaran bantuan yang diterima, bervariasi sesuai dengan kategori.

Hal senada disampaikan Kepala Dinsos Lubuklinggau, H Abdullah Matjik melalui Kabid Bantuan Sosial (Bansos), Indra Syafei. Dikatakan Afek sapaan Indra Syafei, dengan tidak validnya data tersebut, otomatis ada pengurangan penerima dan bantuan tidak bisa dicairkan oleh Kemensos. “Lima persen dari 3.905 itu tidak terlalu banyak. Tetapi ini akan menjadi bahan evaluasi Dinsos dan Pendamping PKH, untuk pengajuan PKH pada 2015 nanti,” kata Afek.

Adapun besaran penerima lanjut dia, melihat jumlah anak penerima berapa yang masih SD dan SMP, dan ibunya hamil atau tidak, kalau dia hamil ada biaya perawatan sampai melahirkan.

Angka maksimal bantuan dalam satu tahun sebesar Rp 2,7 juta untuk penerima yang memiliki anak yang masih SD dan SMP serta sedang mengandung. Rp 1,7 juta bagi yang memiliki anak yang masih SD, dan SMP tapi ibu tidak mengandung dan minimal 1,2 tahun.

 

TEKS        : T MASRI SYAH

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster