Pembangunan IPAL, AusAID Bantu Rp 16 Miliar

 245 total views,  2 views today

australia-aidPALEMBANG – Pemerintah Australia melalui lembaga AusAID kembali memberikan bantuan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sebesar Rp 16 miliar, untuk pembangunan fisik sanitasi perkotaan atau Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di pemukiman.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Palembang, Syafri Nungcik mengatakan, pemkot kembali melakukan penerusan perjanjian hibah (PPH). Perjanjian kerjasama itu, merupakan kelanjutan dari pemberian hibah yang dilakukan Australia kepada Indonesia, untuk memperbaiki infrastruktur kabupaten/kota.

“Dalam perjanjian itu, Australia melalui AusAID memberikan bantuan Rp 16 miliar, untuk pembangunan 2.000 sambungan pembuangan air limbah komunal,” kata Syafri ketika dibincangi, Selasa (30/9)

Syafri menyebut, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan Detailed Design Engineering Design (DED) dan ditargetkan selesai pada Desember mendatang. “Setelah selesai, tahun depan baru akan dilakukan pengerjaan fisiknya. Nanti, setiap sambungan langsung ke IPAL nilainya berkisar Rp 4 juta,” jelasnya.

Menurut Syafri, pembangunan IPAL komunal tersebut rencananya akan dibangun di lima titik. Tapi, untuk tahap awal akan di fokuskan pada dua titik dengan skala minimal pembangunan IPAL 200 : 1 atau dalam satu IPAL komunal akan tersambung dengan 200 rumah warga. “Lokasi yang dipilih, masih menunggu hasil DED sehingga belum ditentukan,” terangnya.

Sambungnya, untuk pembangunan IPAL komunal tersebut, akan memakai sistem rembes atau diganti. “Artinya, Pemkot Palembang akan anggarkan terlebih dahulu dana untuk pembangunannya, kemudian baru akan diganti AusAID setelah selesai,” ulasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan, pembangunan IPAL komunal itu agar ada pengolahan air limbah rumah tangga, sebelum dibuang ke sungai. Sehingga kandungan racun yang ada pada limbah rumah tangga itu, tidak mengotori aliran sungai. “Air limbah itu akan diolah untuk menghilangkan zat beracun, baru nantinya dibuang ke dalam sungai,” bebernya.

Harnojoyo menambahkan, program dari Australia tersebut hanya berlaku bagi kabupaten/kota yang penduduknya diatas satu juta jiwa. “Apabila sebuah daerah penduduknya kurang dari satu juta jiwa, maka tidak bisa mendapatkan bantuan dalam program tersebut,” tukasnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster