Oknum Pejabat Dinkes Musi Rawas Lakukan Pelecehan Seksual?

 437 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

MUSI RAWAS – Oknum pejabat di Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas (Mura) berinisial (TK) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak lain bawahanya berinisial Elisyah Marsiah (EM) pada April dan Oktober 2013 lalu.

Dugaan perbuatan bejat pejabat ini terkuak usai korban EM melaporkan kejadian amoral tersebut kepada salah satu lembaga bantuan hukum (kuasa hukum) di Kota Palembang. Berikutnya dilaporkan pada Forum Perlindungan Perempuan dan Anak (FPPA) Musi Rawas.

Korban EM melalui ketua FPPA Mura, Anita kepada Kabar Sumatera menyampaikai, korban EM mendapatkan perlakuan tidak senonoh tersebut di ruangan Kepala Dinas Kesehatan Musi Rawas di kawasan Agropolitan Muara Beliti dan di ruang praktek dokter tersebut di Kelurahan Taba Pingin Kota Lubuklinggau.

“Kami sudah menyampaikan surat agar pelaku memberikan klarifikasi, tapi sampai waktu yang ditentukan dia belum menjawab,sehingga kami menyampaikan laporan dugaan pelecehan seksual kepada Bupati Musi Rawas,setelah itu barulah pelaku memberikan jawaban tertulis, kabarnya sih sudah dipanggil oleh Bupati dianya (pelaku.red),” terang Anita.

Namun, lanjut Anita, klarifikasi yang disampaikan dokter TK yang merupakan bantahan tidak benar melakukan hal yang dituduhkan, tidak membuat lembaganya berhenti begitu saja menangani kasus terssebut.

“Oh tidak, kita akan melakukan upaya hukum, melaporkan ke polisi, pelaku hanya memberi jawaban tertulis yang menyatakan tidak benar melakukan hal tersebut, kalau memang tidak benar tunjukan bukti kalau tidak melakukanya,” tegasnya.

Saat ini FPPA Mura, tengah mempersiapkan berkas-berkas untuk melapor ke pihak berwajid, dengan didampingi beberapa alat bukti yang kuat bahwa dokter TK melakukan pelecehan.

“Iya, nanti kita akan beberkan seluruh bukti yang kita punyai sekarang, saya tidak bisa membeberkannya sekarang, nanti di kepolisian baru saya buka semuanya,” kata dia sembari memberikan surat jawaban dari pejabat itu.

Dia berujar, beberapa waktu lalu ia telah bertemu dengan dokter TK dan beberapa pegawai Dinkes, untuk melakukan mediasi, pada pertemuan itu FPPA meminta kepada TK dan para pegawainya yang membenarkan TK tidak bersalah untuk membuat pernyataan diatas materai.

Terpisah, Dokter TK saat dikonfirmasi, Rabu (24/9) di ruang kerjanya tetap membantah pelecehan seksual yang dituduhkan kepada dirinya.

Dokter TK yang didampingi dua pegawainya kepada wartawan menegaskan bahwa pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya adalah tidak benar dan tidak dapat dibuktikan. Dia menantang agar kasus tersebut secepatnya dilaporkan ke polisi,sebab dia juga telah menyiapkan bukti bahwa ia tidak melakukan hal tersebut.

“Orang-orang sudah pada tahu, EM itu siapa dan rekam jejaknya seperti apa,kalau memang ada pelecehan seksual kenapa melapor ke LSM kenapa tidak langsung ke hukum saja, saya siap kalau dibawa ke proses hukum, dan apabila tidak terbukti saya akan menuntut balik,karena melakukan pencemaran nama baik,” tantangnya.

Kata dia, kalau dengan masalah yang ditujukan kepadanya tersebut dapat melengserkanya dari jabatnya saya ini, dia siap untuk diberhentikan.

“Kalau dipecat saya bersyukur mas (wartawan.red), kalau isu mereka mau demo memang sudah dari beberapa waktu lalu, paling tuntutan mereka copot saya,” tutupnya.

 

TEKS   : T MASRI SYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster