Mesir Jajaki Kebun Kopi di Sumsel

 187 total views,  3 views today

Ilustrasi Kopi

Ilustrasi Kopi

PALEMBANG – Potensi perkebunan kopi di Sumsel kini dilirik oleh Mesir. Pengusaha dari negeri Firaun tersebut, akan datang langsung ke Sumsel untuk melihat potensi kopi yang ada di Sumsel guna di ekspor ke Mesir.

Ketertarikan pengusaha Mesir akan potensi kopi di Sumsel ini menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Farhat Syukri, berawal dari keikutsertaan Disbudpar dalam pameran kebudayaan dan ekspo di Mesir.

“Disana kita memamerkan berbagai potensi wisata dan kekayaan alam di Sumsel, salah satunya kopi yang merupakan produk unggulan. Pengusaha Mesir ternyata tertarik dengan kopi kita, mereka menilai kopi Sumsel memiliki citarasa tersendiri karena ditanam dibawah garis katulistiwa sehingga lebih harum dan nikmat,” kata Farhat yang dibincangi, Selasa (30/9).

Berawal dari sanalah jelas Farhat, pada 11-13 Oktober mendatang ada delapan pengusaha Mesir yang akan datang ke Sumsel. Mereka yakni Mahmoud Youssef dan Ahmed Mohamed Mahmoud dari Sun Rise Import & Eksport. Kemudian Hassan S H Haggag dan Mohamed Haggag dari Haggag for Import lalu Mohamed Sobhi Mohamed Hassan Naeem dari Konooz El Bon Abdel Ma’boud.

Lalu Lutfi Awad Attia Abdallah Ayad dari Elnabarawy El Atar for Impor & Eksport, Amr Gamal Shehata Abo El Magh dari North Star for Trading and Supplies dan Khaled Hamdy dari El Hamd Trading Co.

“Mereka akan tiba di Palembang pada 11 Oktober sore. Pada 12 Oktober, akan melakukan pertemuan dengan petani kopi di Sumsel. Esoknya dilanjutkan pertemuan dengan gubernur,” terang Farhat seraya menyebut, kedatangan pengusaha asal Mesir tersebut jelasnya, diakomodir oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia di Mesir.

Kopi sendiri sebut Farhat, adalah salah satu produk unggulan Sumsel. Produksi kopi Sumsel, menyumbang sekitar 30 persen dari angka nasional. “Produksi kopi kita mencapai 144.878 ton pertahun, sementara produksi kopi nasional 669.064 ton pertahun, “ bebernya.

“Selama ini kopi asal Indonesia di luar negeri, dikenal hanya berasal dari Lampung dan Toraja. Padahal kita ada kopi Semendo dan Besemah, yang sangat terkenal sampai keluar negeri. Ternyata selama ini pengusaha tersebut sulit mendapat data eksportir kopi makanya ingin langsung datang kesini. Mereka melihat, meninjau dan rencananya impor besar-besaran untuk kopi dan karet,” imbuhnya.

Disbudpar sambungnya, berencana untuk menjadikan kopi sebagai souvenir dalam kunjungan-kunjungan kenegaraan dalam bidang pariwisata kedepannya. “Kopi kita bawa untuk pariswata, ini bagus sekali sekalian untuk memasarkan dan memperkenalkan Sumsel. Akan lebih bagus nantinya jika ada festival kopi dunia di Sumsel. Kita lihat saja bagaimana progress dari kedatangan mereka nanti, karena akan ketemu Gubernur dulu,” tukasnya.

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster