Dalam Dua Bulan, 1 Orang Meninggal & 696 Terserang ISPA di OKI

 343 total views,  2 views today

Ispa | net

Ispa | Ist

KAYUAGUNG – Dalam kurun waktu selama dua bulan yakni terhitung bulan Juli dan Agustus 2014, sebanyak 696 orang warga di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terserang penyakit inspeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Jumlah penderita ISPA ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung dan jumlah ini cenderung meningkat pada September 2014 karena kabut asap di wilayah Bumi Bende Seguguk pada bulan itu juga semakin pekat.

Kepala Dinas Kesehatan OKI, HM Lubis melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan, Ubaidilah mengatakan berdasarkan data, jumlah pasien ISPA setiap bulannya selalu meningkat.

“Bulan Juli sebanyak 268 pasien, sementara Agustus meningkat menjadi 317 pasien, sementara September belum direkap. Bisa jadi pada bulan September pasien ISPA kembali meningkat,” ujar Ubaidilah.

Menurutnya, data pasien ISPA tersebut berdasarkan rekap dari puskesmas-puskesmas di 18 kecamatan dalam Kabupaten OKI.

“Sebagian besar dari pasien ini hanya melakukan rawat jalan, namun tetap kita layani dengan melakukan pemeriksaan dan pemberian obat. Kita juga mengimbau kepada warga yang mengalami batuk-batuk segera memeriksakannya ke puskesmas-puskesmas terdekat, siapa tahu itu gejala awal penyakit ISPA,” tukasnya

Berbeda dengan data pasien ISPA di RSUD Kayuagung, jumlah penderita setiap bulannya mengalami penurunan, dimana pada Juli sebanyak 74 pasien dan Agustus sebanyak 37 pasien, yang kesemuanya melakukan pemeriksaan hanya rawat jalan.

“Kalau di RSUD cenderung menurun, tapi kalau bulan September 2014 belum dilakukan rekap, tapi sepertinya mengalami penurunan, semua pasien yang terdata di RSUD Kayuagung adalah pasien rawat jalan, belum ada yang rawat inap. Sebab kalau rawat inap berarti sudah cukup parah,” ujar Direktur RSUD Kayuagung, dr Fikram didampingi Bagian Rekam Medik, Desmawati, kemarin.

Dikatakannya, pihaknya bersama Dinas Kesehatan OKI telah berupaya mencegah semakin maraknya penderita ISPA dengan membagikan 15.000 masker secara gratis kepada masyarakat pengguna jalan raya.

“Seandainya kembali diperlukan akan kita bagikan lagi, kita masih mempunyai stok masker. Kami juga berupaya melayani pasien yang memeriksakan kesehatan dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Sementara selain penyakit ISPA yang menjadi momok pada musim kepamarau ini, tak kalah menakutkan adalah penyakit munber. Baru baru ini salah seorang pasein meninggal, yaitu Siska (26) ibu rumah tangga warga Desa Pedamaran V, OKI pada Jumat lalu, akibat terserang muntaber, korban sempat dirawat di RSUD Kayuagung mendapatkan perawatan, namun malam harinya menghembuskan nafas terkahir.

 

 

TEKS     : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster