Rizal Tersangka Baru Wisma Atlet

 411 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet SEA Games Rizal Abdullah sebagai tersangka. Rizal diduga melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama terkait dengan pengadaan wisma atlet SEA Games, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan dan pembangunan gedung serba guna Provinsi Sumsel tahun anggaran 2010-2011.

“Penyidik telah menemukan alat bukti yang cukup untuk menyimpulkan telah terjadi tindak pidana korupsi, penyidik menetapkan RA (Rizal Abdullah) sebagai Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet sebagai tersangka, wisma atlet SEA Games di Jakabaring,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Senin (29/9).

Rizal disangka melanggar Pasal 2 ayat1 atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kata Johan, penetapan Rizal sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan kasus suap wisma atlet SEA Games. Kasus suap proyek Kementerian Pemuda dan Olahraga tersebut menjerat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, beserta anak buahnya, Mindo Rosalina Manulang, mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, Direktur Pemasaran PT Duta Graha Indah Mohammad El Idris.

Terkait dengan kasus yang menjerat Rizal, KPK menduga ada mark up atau penggelembungan harga yang mengakibatkan kerugian negara. Nilai kerugian negara dalam proyek ini kurang lebih Rp 25 miliar. KPK menduga Rizal melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau suatu korporasi.

Sebelumnya, KPK telah meminta Imigrasi untuk mencegah Rizal bepergian ke luar negeri. Rizal dicegah selam enam bulan ke depan terhitung sejak 11 September 2014. Kira-kira tiga tahun lalu, Rizal pernah bersaksi dalam persidangan kasus suap wisma atlet dengan terdakwa Mohamad El Idris.

Dalam persidangan, Rizal mengaku pernah menerima uang Rp 400 juta dari Duta Graha Indah. Rizal mengaku tidak tahu tujuan pemberian uang itu. Dia pun mengaku telah mengembalikan uang tersebut kepada KPK. Kemudian dalam vonis El Idris, Rizal menjadi salah satu pihak yang dinyatakan terbukti menerima uang El Idris.

Adapun, Idris divonis dua tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Menurut putusan, uang tersebut diterima Rizal sebagai ucapan terimakasih karena PT DGI memenangkan pengerjaan proyek wisma atlet SEA Games.

Sekadar informasi, Rizal merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum di Pemerintah Provinsi Sumsel. Semula, ia adalah saksi dalam perkara serupa 2011 lalu. Ketika itu, Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang menjadi terdakwa.

Dalam persidangan untuk Nazar, Rizal bahkan pernah mengaku menerima uang senilai Rp 400 juta dari PT Duta Graha Indah milik Nazar. Uang tersebut dikatakan dia dimaksud untuk Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Sementara itu, Irene Camelyin Sinaga, Kabiro Humas dan Protokol Sumsel kepada Kabar Sumatera menyebutkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam hal ini sangat menghormati hukum yang berlaku di Indonesia.

“Dan, terkait soal Rizal Abdullah menjadi tersangka kami menunggu proses hukum KPK,” kata Irene.

Untuk statusnya masih PNS, untuk sanksi indisipliner yaitu pemberhentian masih menunggu putusan yang disidangkan berkeputusan hukum tetap. Kalau untuk bantuan hukum dari pemprov, masih menunggu koordinasi dari Rizal Abdulah.

“Apakah mau meminta bantuan hukum atau memakai pengacara sendiri?,” ungkapnya.

 

TEKS   : IMAM MAHFUZ

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster