Ratusan PNS BNPB Gelar Shalat Istisqo untuk Minta Hujan

 271 total views,  2 views today

suasana shalat Istisqo yang digelar BPBD Sumsel, | Dok KS

suasana shalat Istisqo yang digelar BPBD Sumsel, | Dok KS

PALEMBANG – Ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Senin (29/9), melakukan shalat Istisqa bersama segenap stakeholder, pemuka agama dan para kyai untuk meminta diturunkan hujan. Hal ini dilakukan mengingat masih belum maksimalnya penanggulangan terhadap kabut asap di Sumsel, meskipun telah dilakukan berbagai upaya ekstra.

Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto mengatakan bahwa pihaknya sengaja melakukan shalat Istisqa, untuk memohon petunjuk dan pertolongan Allah SWT agar kiranya hujan dapat diturunkan di Sumsel sehingga bisa memadamkan titik-titik api di lahan gambut, yang berada pada kedalaman hingga tiga meter.

“Titik api di Sumsel, masih terpantau. Data hari ini, tercatat titik api mencapai 98 titik. Dimana 39 titiknya berada di lahan gambut terutama di Cengal dan Tulung Selapan, Kabupaten OKI,” kata Yulizar yang dibincangi usai pelaksanaan shalat Istisqa’ di halaman BPBD Sumsel.

Yulizar menambahkan, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin dalam mengatasi masalah kabut asap yang disebabkan oleh kekeringan dan pembakaran. “Namun semaksimal apapun kerja kita, tentulah harus dengan ridho Allah SWT. Kita memohon agar bisa diturunkan hujan. Karena hanya hujan yang mampu mengatasi ini, sementara upaya kita melalui water booming sudah ada tetapi hanya meminimalisir. Begitujuga dengan hujan buatan yang seringkali terkendala tidak adanya awan, sehingga menghambat proses penyemaian,” terang Yulizar.

Dikatakannya, berdasarkan data yang diterima pihaknya dari Badan Metereologi Krimatologi dan Geofisika (BMKG), diprakirakan akan terjadi awan pada tanggal 2 dan 3 Oktober mendatang.

“Di tanggal itu mulai terbentuk awan. Kita akan lakukan lagi penyemaian dan mudah-mudahan berjalan maksimal dan titik api bisa dipadamkan, terutama di lahan gambut karena kalau yang di lahan tradisional itu tidak sulit memadamkannya,” jelasnya.

Yulizar menerangkan, berbagai usaha-usaha yang dilakukan untuk memadamkan api dan mengatasi kabut asap saat ini sudah mulai membuahkan hasil. “Jarak pandang misalnya, sempat dibawah 200 meter. Namun hari ini, jarak pandang sudah mencapai delapan kilometer (Km). Jadi sudah banyak juga perubahan, begitujuga dengan ISPU yang sempat diatas 200 kini menjadi 147, berarti sudah lumayan baik,” tukasnya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster