Perda Bentor Masih Sebatas Wacana

 478 total views,  2 views today

Ojek Gandeng | Dok KS

Ilustrasi Becak Motor (Bentor) | Dok KS

INDERALAYA – Rencana pemerintah untuk mengatur keberadaan Bentor di Kabupaten Ogan Ilir (OI) sejauh ini masih sebatas wacana. Pasalnya, hingga saat ini belum ada aturan pasti yang mengatur legalitas bentor di daerah ini. Padahal jumlah bentor di daerah ini kian hari kian bertambah.

Kepala dishub ogan ilir, Mustrasah mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali berencana mengatur keberadaan bentor ini dalam sebuah perda. Namun masih banyak hal yang harus dipelajari. Sehingga, beberapa kali wacana yang diusung sampai sejauh ini belum terealisasi.

Bahkan, rencananya juga akan ada trayek khusus bagi masyarakat yang mencari rezeki lewat transportasi bentor ini. “Dulu sudah pernah dibuat peraturan, bahwa bentor tidak boleh lewat di jalan lintas (jalan raya). Tapi tidak berjalan lama, tukang bentor banyak protes,” kata Mustarsah beberapa waktu lalu.

Sementara itu, dari pihak satlantas OI, untuk menindaklanjuti keberadaan bentor ini, pihkanya hanya menunggu peraturan dari pemerintah. “Sementara ini kita tetap menertibkan bentor seperti pengendara motor biasa. Yang penting surat-surat kendaraan lengkap, ada sim, stnk, dan pakai helm. Untuk peraturan bentor sendiri tetap menunggu dari pihak pemerintah,” kata kasatlantas Polres OI, AKP Masyestika.

Disisi lain, dengan adanya becak motor ini masyarakat setempat mengaku terbantu. Pasalnya untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti halnya belanja ke pasar masyarakat lebih nyaman menggunakan bentor ketimbang harus naik angkutan desa (Angdes). “Ya kami lebih nyama naik bentor ketimbang angdes, kalau bentor langsung antar ke depan rumah sementara kalau angdes hanya di pinggir jalan, inikan sangat merepotkan apalagi kita banyak bawa barang belanjaan,”Ujar Sangkut salah seorang penumpang.

Rozak salah seorang tukang bentor sudah mulai beroperasi sejak tujuh  tahun lalu, berharap pemerintah bisa melegalkan keberadaan bentor di kabupaten tersebut. Menurutnya, bentor sudah menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat OI. “Lihat saja jumlah bentor di sini sudah ratusan, kalau mau dihalangi bisa demo para tukan bentor ini untuk itu, pemerintah harus segera melegalkannya,”kata dia.

 

TEKS : IQBAL

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster