Jalan Kaki ke Jakarta Temui Jokowi

 64 total views,  3 views today

Sugito nampak tersenyum setibanya di kantor Humas Pemkab OKI. | Dok KS

Sugito (Bertopi) nampak tersenyum setibanya di kantor Humas Pemkab OKI. | Dok KS

Seperti hendak memecahkan rekor Muri. Dengan berjalan kaki terpanjang di Indonesia, Sugito (49) nekat meninggalkan kampung halamannya Sidompuan Tapanuli Selatan, Medan, Provinsi Sumatera Utara ke Jakarta sekaligus menemui idolanya presiden terpilih Joko Widodo.

Kayuagung – Tak terasa ide “gila” yang dilakukan ayah enam anak ini, sudah berlangsung selama 29 hari, dan Senin (29/9) perjalanan panjangnya baru sebatas Kabupaten OKI.

Ketika sampai di Humas Pemkab Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (29/9), Sugito ingin meminta bantuan bekal untuk melanjutkan perjalanan. Ujar Sugito, dirinya sudah lama mengidolakan sosok Jokowi. Sebab itu, begitu terpilih menjadi Presiden RI, dia akan segera ke Jakarta menenui mantan Wali Kota Solo itu.

Berbekal pakaian di badan dan sandal jepit serta tas ransel dan bendera merah putih dengan bendera putih bertuliskan bacaan Revolusi Mental selalu di bawanya di punggung. Sebagai bukti dukungan terhadap Jokowi.

Idenya untuk pergi ke Jakarta berjalan kaki, sempat ditolak keluarga. Karena kuatir akan berdampak buruk bagi kesehatan akibat melakukan perjalanan panjang.

“Namun setelah aku beri pengertian selain tujuan untuk memecahkan rekor, saya ingin memberitahukan pada Jokowi kalau anak saya yang bungsu merupakan harapan masa depan. Ingin jadi guru. Dan meminta bantuan Pak Jokowi agar memperhatikan pendidikan anak saya, akhirnya keluarga setuju. Dan berbekal uang dari rumah Rp 250 ribu, saya putuskan berangkat,” disampaikannya.

Ucapnya, selama satu bulan dalam perjalanan menuju Jakarta, sedikitnya dia menghabiskan tiga sandal.

“Sementara untuk biaya bekal penyambung perjalanan, saya selalu temui instansi dan kantor polisi. Alhamdulillah selalu dibantu seikhlasnya oleh mereka. Untuk tidur saya nyari masjid,” ungkapnya.

Dalam perjalanan, Sugito mengakui mengalami kesakitan kaki, hingga bengkak. Namun semua itu diobati dengan minyak gosok.

Jika sampai di Jakarta, kata Sugito, harapannya bisa tercapai bisa bertemu Presiden Jokowi.

“Itulah harapan besar saya dan saya akan sampaikan kepadanya harapan saya kepadanya,” ungkapnya.

Dirinya mengaku, kesehariannya bekerja sebagai buruh penyadap karet di kampungnya dengan gaji Rp 250 ribu per minggu.

Pada usia yang tidak muda lagi, ia masih memiliki harapan besar terhadap anak bungsunya yang masih mengenyam pendidikan di kampungnya.

“Anak saya banyak. Hanya satu yang mengenyam pendidikan, saat ini dia masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Dia bilang sama saya dia pengin jadi guru. Dan, bisa mengubah nasibnya sekaligus membahagiakan keluarga yang selama ini hidup dalam garis kemiskinan. Karena itu, saya nekat berjalan kaki ini agar memang kelak program Pak Jokowi benar dirasakan oleh orang miskin, khususnya dalam bidang pendidikan,” Sugito penuh harap.

 

 

TEKS     : DONI AFRIANYAH

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com