Hewan Qurban Wajib Diperiksa

 231 total views,  2 views today

Ilst. Hewan Qurban | Dok KS

Ilst. Hewan Qurban | Dok KS

PAGARALAM – Upaya memastikan kesehatan ternak yang telah dipesan dan diqurbankan menjelang perayaan Idul Adha 1435 Hijriyah, Pemerintah Kota Pagaralam melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) akan melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan hewan kurban.

Terkait hal itu Kadisnakan Kota Pagaralam, Sukman SE MM melalui Kabid Peternakan Tugas SP menegaskan, sejauh ini tim telah diterjunkan guna melakukan pendataan hewan kurban yang ada di sejumlah kedai penjualan sapi dan kambing kurban, termasuk yang ada di rumah pemotongan hewan (RPH).

“Mengenai jumlah kebutuhan, sejauh ini masih dalam tahap pendataan di lapangan. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan dengan menerjunkan dokter hewan guna memeriksa kesehatan hewan kurban, khususnya terhadap penyakit menular, seperti penyakit septinia epizoonica, Mulut, kuku hingga antrax,” terangnya, kemarin (29/9).

Meski begitu lanjutnya, tidak semua hewan kurban yang masuk ke Bumi Besemah ini mempunyai dokumen kesehatan yang diperlukan. Mengingat ada beberapa hewan juga merupakan hewan pelirahaan warga yang dipelihara secara tradisional.

“Sebagian warga yang selama ini memelihara hewan kurban, seperti sapi atau kambing yang memang sengaja dijual untuk keperluan kurban. Pemeliharaannya pun banyak yang secara tradisional saja, bahkan dibiarkan dilepas begitu saja di kebun untuk mencari makan sendiri,” katanya.

Ia mengatakan, jika sistem pemeliharaan seperti itu, tentunya untuk hewan itu tidak bisa dijamin kesehatannya karena tidak pernah diperiksa kesehatannya.

“Guna mengantisipasi adanya sesuatu hal semacam penyakit, sebaiknya memang hewan itu diperiksa terlebih dahulu dengan dibawa ke dokter hewan. Atau bisa juga dengan mengundang dokter hewannya ke tempat pemeliharaan,” tambahnya.

Sementara itu Ujang (63) penjual hewan kurban di seputaran Pasar Terminal Nendagung mengatakan, sejauh ini jumlah pembeli masih belum terlalu banyak. Bahkan sejak awal bulan ini baru ada beberapa calon pembeli yang menawar harga.

“Kemungkinan hal itu karena waktu lebaran masih 5 hari lagi, sedangkan Idul Adha tahun lalu, menjelang lebaran seperti ini sudah ada beberapa jewan kurban yang laku terjual,” ujarnya seray berkata semoga saja dalam sehari dua menjelang lebaran banyak yang membeli,” akunya.

Lanjutnya, sapi atau kambing yang dijual kebanyakan merupakan hewan lokal. Sementara ditanya apakah hewannya pernah di periksa kesehatannya, ia mengaku belum pernah. Namun dengan dengan nada yakin hewan dagangannya ini sehat.

“Semuanya sehat. Ini kambing dusun dan makanannya pun asli dari hutan. Jelas lebih sehat dari kambing luar yang meskipun besar tapi lembek dan tidak kuat,” katanya meyakinkan.

 

TEKS      : ANTONI STEFEN
EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster