Dituding Sabotase Rapat Paripurna DPRD Palembang, Sekwan tantang Dewan

 323 total views,  2 views today

Anggota DPRD Kota Palembang Saat Ikuti Rapat Paripurna

Anggota DPRD Kota Palembang Saat Ikuti Rapat Paripurna Beberapa Waktu Lalu | Dok KS

PALEMBANG – Sekretaris Dewan (Sekwan) Palembang, Syaiful Anwar membantah tudingan anggota DPRD Kota Palembang kalau ia mensabotase pelaksanaan rapat paripurna DPRD Palembang, Sabtu (27/9) malam.

Menurut Syaiful, apa yang dilakukannya sudah sesuai prosedur dan sesuai aturan yang ada. “Justru rapat raripurna yang dilakukan oleh sekelompok anggota DPRD kemarin, yang menyalahi aturan,” kata Syaiful menuding balik saat dibincangi usai pelantikan anggota DPRD Kota Palembang periode 2014-2019, Senin (29/9).

Menurut Syaiful, rapat paripurna yang digelar Sabtu malam itu terkesan dipaksakan. Apalagi rapat paripurna tersebut, tidak memenuhi prosedur-prosedur aturan sidang. “Rapat itu sangat dipaksakan, mulai dari rapat pimpinan (rapim), rapat Badan Musyawarah (banmus) untuk menentukan waktu sidang paripurna, tidak sesuai dengan prosedur,” ujarnya.

Ditanya soal rencana anggota dewan untuk melaporkannya ke penegak hukum, Syaiful menjawab, ia merasa tidak pernah menyalahi aturan. Justru rapat paripurna itu, yang tidak memenuhi aturan. “Yang jelas, saya dan staf sekretariat tidak akan mempersiapkan rapat jika komunikasi yang dilakukan tidak jelas. Apalagi itu diluar jam kerja, silakan laporkan,” tantangnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo enggan berkomentar banyak terkait hal itu. ” No comment. Itu kan urusan dewan,” tukasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Rapat paripurna DPRD Kota Palembang, Sabtu (27/9) malam, harus dilaksanakan dengan gelap-gelapan. Rapat tersebut, membahas tuntutan Forum Masyarakat Palembang menuntut hak dan keadilan (Formas) untuk memakzulkan Romi Herton-Harnojoyo dari jabatannya sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang periode 2013-2018.

Pantauan Kabar Sumatera, ruangan rapat paripurna di gedung DPRD Kota Palembang tersebut, hanya sebagian saja lampunya yang dinyalakan. Akibatnya, ruangan besar tersebut minim pencahayaan. Walau pun begitu, rapat paripurna tetap dilanjutkan.

Anggota DPRD Kota Palembang, menuding ada sabotase yang dilakukan Sekretaris Dewan (Sekwan), Syaiful Anwar. Selain ia tidak datang dalam rapat paripurna tersebut, Syaiful disebut melakuan sabotase dengan tidak menyalakan lampu di gedung dewan.

“Sekwan sudah melakukan sabotase, itu ditunjukan dengan ketidak hadirannya dalam rapat paripurna. Selain itu, lampu di dewan juga tidak semua dinyalakan padahal ada rapat paripurna,” tuding Hendri Aprian, salah satu anggota DPRD Palembang ketika dibincangi, Sabtu malam.

Menurut Hendri, sekwan seharusnya menyiapkan semua keperluan anggota dewan untuk menggelar rapat paripurna. Selain itu, sekwan juga harusnya mencatat semua kesimpulan rapat untuk dijadikan dokumen.

Namun sekwan, justru tidak hadir dan tidak menyalakan semua lampu di ruangan rapat paripurna. “Itu jelas melanggar kode etik, sebagai tugas sekretariat untuk membantu dewan. Tindakan itu, sudah diluar kewajaran,” katanya kesal.

Hendri menyebut, sekwan tidak hanya merendahkan martabat anggota DPRD Palembang tetapi juga sudah merendahkan aspirasi masyarakat. “Karenanya kami sepakat, akan melaporkan sekwa ke penegak hukum. Karena kami menilai, ia dengan sengaja mensabotase paripurna dengan menginstruksikan pegawai di Sekretariat DPRD dan anggota sebagian anggota dewan agar tidak hadir dalam rapat paripurna tersebut,” tukasnya.

 

TEKS       : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster