Romi-Harno Bakal Dimakzulkan ?

 266 total views,  2 views today

Walikota da Wakil Walikota Palembang | Dok KS

Walikota dan Wakil Walikota Palembang | Dok KS

PALEMBANG – DPRD Kota Palembang, mulai mengambil langkah untuk memakzulkan pasangan Romi Herton-Harnojoyo dari jabatannya sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Palembang periode 2013-2018.

Setidaknya itu ditunjukkan, dengan digelarnya rapat paripurna, Sabtu (27/9) malam. Rapat paripurna ini sengeja digelar untuk membahas tuntutan Forum Masyarakat (Formas) Palembang Menuntut Hak Keadilan, yang mendesak dewan memakzulkan pasangan Romi-Harno.

Pantauan Kabar Sumatera, sebelum sekitar pukul 13.00 WIB, dewan menggelar rapat pimpinan yang diikuti delapan ketua fraksi untuk membahas tuntutan Formas yang minta dewan memakzulkan Romi-Harno.

Hasilnya, disepakati persoalan itu dibawa ke Badan Musyawarah (Banmus). Pukul 13.00 WIB, DPRD Palembang menggelar rapat banmus guna mengagendakan rapat paripurna. Banmus menyepakati, paripurna digelar hari itu juga.

Pukul 17.00 WIB, akhirnya digelar rapat paripurna. Namun dari 50 anggota dewan, hanya 27 wakil rakyat tersebut yang hadir. Sekitar pukul 20.00 WIB, 27 anggota dewan yang hadir menyetujui DPRD Palembang untuk meminta fatwa ke Mahkamah Agung (MA) guna pemakzulan pasangan Romi-Harno.

“Senin pagi, kami akan kirim surat ke MA. Intinya sebelum jadwal pelantikan anggota DPRD baru, surat itu sudah dikirim. Suratnya sudah ada, dan sudah ditandatangani oleh anggota yang hadir dalam rapat paripurna,” kata Wakil Ketua DPRD Palembang periode 2009-2014, Jimmy Oscar Haris ketika dibincangi, Minggu (28/9).

Apakah surat yang ditandatangani 27 anggota dewan tersebut dilanjutkan, untuk pemakzulan Romi-Harno ?, ia belum bisa memastikan. Yang pasti sebutnya, tuntutan Formas sudah mereka laksanakan.

“Saya rasa akan diterima. Karena surat itu, disetujui 50 persen lebih dari jumlah anggota dewan, yang ada. Kita lihat saja nanti, untuk proses selanjutnya itu menjadi tugas anggota yang baru,” terangnya.

Selain meminta arahan MA terkait jabatan Romi-Harno sambung Jimmy, 27 anggota DPRD Palembang yang hadir dalam rapat paripurna tersebut, juga meminta agar MA dapat memberikan arahan mengenai keabsahan SK Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang Nomor 35 tahun 2013 yang memenangkan pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana dalam Pilkada Kota Palembang.

“Kami juga minta petunjuk soal itu. Karena, SK 35 itu, belum dibatalkan. Kalau MA memberi arahan jelas, tentu Sarimuda-Nelly akan dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang,” terangnya.

Sementara itu, di luar gedung DPRD Palembang, massa dari Formas kembali melakukan aksi menuntut pemakzulan Romi-Harno. Hafizal Rizal, koordiantor aksi memberikan apresiasi atas sikap yang diambil DPRD Palembang.

“Setelah dua hari melakukan aksi, akhirnya membuahkan hasil karena DPRD Palembang menggelar rapat paripurna dan menyetujui untuk meminta fatwa ke MA terkait dengan pemakzulan Romi-Harno,” ucap Hafizal yang dibincangi usai rapat paripurna DPRD Palembang.

Kedepannya jelas Hafizal, mereka akan mengawal semua proses mulai dari pengiriman surat hingga ada balasan dari MA. “Kami berharap, kedepan jangan ada lagi permainan dari oknum-oknum yang haus kekuasaan. Kami akan pantau terus. Hingga tuntutan kami untuk memakzulkan Romi-Harno dilaksanakan oleh DPRD Palembang,” tukasnya.

Sebagai informasi, desakan pemakzulan pasangan Romi-Harno dari jabatannya sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Palembang ini disampaikan ratusan massa yang menamakan dirinya Formas Palembang Menuntut Hak Keadilan. Sejak Jumat (26/9) dan Sabtu, mereka melakukan aksi di DPRD Palembang.

Desakan itu disampaikan, dengan alasan dasar hukum pengangkatan keduanya sebagai wali kota dan wakil wali kota adalah produk kejahatan konstitusi. Keduanya sebut Rizal memenangkan Pilkada Palembang 2013 lalu, berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

MK menganulir keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang yang sebelumnya menetapkan pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana, sebagai pasangan terpilih Wali Kota-Wakil Wali Kota Palembang periode 2013-2018.

“Namun putusan MK itu, sudah terbukti didasari hasil suap. Mantan Ketua MK, Akil Mochtar, sudah di vonis seumur hidup. Romi Herton dan istrinya, juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” kata Hafizal Rizal, koordiantor aksi.

 

TEKS        : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster