Pembangunan Ruko Tak Boleh Melebihi Tinggi Ampera

 257 total views,  2 views today

AMPERA - Suasana Jembatan Ampera menjelang Sore hari yang penuh Dengan Kemacetan kendaraan,beberapa Waktu lalu. Foto ; Bagus Kurniawan KS

Ilustrasi Jembatan Ampera | Foto ; Bagus Kurniawan KS

PALEMBANG – Pembangunan rumah toko (ruko), hotel dan bangunan gedung bertingkat kini marak di Palembang. Pembangunan gedung-gedung menjulang tersebut, dikuatirkan bakal merusak estetika kota.

Namun menurut Kepala Dinas Tata Kota (DTK) Palembang, Isnaini Madani, ada aturan untuk pendirian bangunan bertingkat. Aturan tersebut terangnya, dibuat untuk menjaga estetika dari bangunan bersejarah, yang ada didekat lokasi pembangunan.

“Dalam aturan tersebut, salah satunya tinggi bangunan tidak boleh melebihi Jembatan Ampera. Saat ini memang banyak pembangunan ruko dan gedung bertingkat, seperti di kawasan 7 Ulu. Disana sedang dibangun puluhan ruko, namun kami pastikan itu tidak mengganggu estika. Kami sudah meminta pihak pengusaha, agar jumlah lantai tidak melebihi dari tiga lantai. Sehingga tidak akan melebihi tinggi Jembatan Ampera,” kata Isnaini yang dibincangi, kemarin.

Isnaini menyebutkan, tidak ada larangan bagi pengusaha untuk membangun di lokasi bersejarah. Khususnya didekat Jembatan Ampera, karena dari tahun 80 an kawasan tersebut adalah kawasan perdagangan regional.

“Dari zaman Gubernur Sumsel periode 1978‑1988, Sainan Sagiman, kawasan tersebut ditetapkan sebagai kawasan perdagangan regional. Jadi, pembangunan ruko disana, merupakan salah satu bentuk pengembangan kawasan perdagangan regional tersebut,” bebernya.

Menurut Isnaini, DTK terus berupaya selektif dalam memberikan izin mendirikan bangunan (IMB). Termasuk, izin pembangunan yang berkaitan dengam estetika lingkungan sekitar. “Kalau pembangunan sesuai dengan ketentuan. Kami tidak ada masalah,” terangnya.

Isnaini menambahkan, aturan pembangunan harus dijadikan dasar dalam upaya menjaga stabilitas sosial masyarakat. Karena, dalam suatu area terdapat pertimbangan tata ruang bangunan yang harus disesuaikan dengan jumlah dan kebutuhan. “Hal itu, akan menjadi acuan kami untuk dapat mengeluarkan sejumlah permohonan IMB, khususnya untuk ruko yang sedang marak dibangun di Palembang,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo menyebut, pemkot akan mengevaluasi pembangunan ruko jika menganggu estetika kota. “Pembangun ruko, bisa ditinjau kembali jika memang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku,” terang Harnojoyo.

Menurut Harnojoyo, sebenarnya pembangunan di Palembang cukup pesat. Bukan hanya ruko melainkan gedung-gedung besar, juga banyak yang sedang dibangun termasuk hotel. “Tetapi kalau memang mengganggu, kami akan evaluasi. Jangan sampai menggangu, karena keindahan dan kenyaman lebih diutamakan,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster