Hukuman Mantan Bupati OKU Bertambah

 251 total views,  2 views today

bupati OKU Yulius Nawawi | Bagus Kurniawan

Bupati OKU Non Aktif Yulius Nawawi, Saat Sedang Mengikuti Jalanya Sidang Terkait Kasus Dana Korupsi Bansos yang Menjeratnya.| Foto : Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG – Hukuman Bupati OKU non aktif, Yulius Nawawi, bertambah. Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Palembang, bukannya meringankan hukuman yang diberikan kepada Yulius justru semakin memberatkan hukumannya.

Sebelumnya dalam kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) OKU 2008, Yulius di vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Palembang dengan pidana penjara 1,5 tahun dan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan.

Namun, majelis hakim PT Palembang menambah hukuman Yulius selama satu tahun. “Ya, amar putusan banding dari PT Palembang atas nama Yulius Nawawi, sudah kita terima. Isinya, majelis hakim PT menambah hukuman Yulius Nawawi sehingga menjadi 2,5 tahun. Sedangkan denda dan subsider tetap sama,” kata Humas PN Klas 1A Palembang, Posma Nainggolan saat dikonfirmasi, Minggu (28/9).

Posma menerangkan, dengan putusan tersebut maka Yulius masih memiliki upaya hukum yakni mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). “Salinan putusannya, akan segera kita berikan kepada terdakwa dan kejaksaan. Keduanya punya kesempatan 14 hari, untuk mengajukan kasasi,” terangnya.

Sebagai informasi, sebelumnya, Selasa (15/7) lalu, majelis hakim PN Klas 1A Palembang yang diketuai Ade Komaruddin, menjatuhkan vonis pidana penjara kepada Yulius Nawawi dengan hukuman 1,5 tahun penjara denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan.

Yulius dinilai bersalah melanggar pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999. Menurut majelis hakim , dari keterangan para saksi dan barang bukti yang dihadirkan di persidangan terdakwa, Yulius Nawawi tidak terbukti melakukan korupsi sebagaimana diatur pasal 2 UU Nomor 2 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 dalam dakwaan primer.

“Namun dalam dakwaan subsider, terdakwa terbukti melanggar pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi,” kata Ade Komarudin.

Vonis ini, jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut terdakwa dihukum penjara 3,5 tahun, denda Rp50 juta subsider penjara tiga bulan, dan uang pengganti Rp 637 juta lebih subsider penjara 1,9 tahun.

Yulius Nawawi terjerat kasus dugaaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) ormas tahun 2008 saat dirinya masih menjabat Wakil Bupati OKU dengan total kerugian negara sebesar Rp2 miliar. Dalam kasus dugaan korupsi dana Bansos OKU 2008 itu, jaksa penuntut umum juga menyeret terdakwa lainnya mantan Wakil Gubernur Sumsel, Eddy Yusuf, yang saat dana bansos dikucurkan menjabat Bupati OKU. Eddy Yusuf pada sidang 15 Juli 2014, sudah lebih dulu dijatuhi hukuman penjara juga 18 bulan dan membayar denda senilai Rp50 juta subsider penjara tiga bulan.

 

TEKS        : OSCAR RYZAL

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster