Honorer Wajib Setor Rp 1,5 Juta Untuk Pengurusan Berkas ke BAKN

 1,818 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

EMPAT LAWANG – Lagi-lagi, ada isu tak sedap yang berhembus di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Empat Lawang. Kali ini, diduga ada pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum di BKD terhadap ratusan honorer katagori dua (K2) di Empat Lawang.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, belakangan sejumlah honorer K2 resah, karena harus menyetorkan uang Rp 1,5 juta. Uang itu diminta disetorkan ke salah satu oknum honorer yang mendapat mandat dari BKD Empat Lawang.

Pengumpulan uang itu dialaskan, untuk pengurusan berkas di Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN), agar tenaga honorer bisa diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Penyetoran uang sendiri dilakukan oknum honorer K2 itu di rumahnya, Perumnas Cros Kelurahan Tanjung Kupang, Sabtu (27/9). “Tiap honorer K2 diwajibkan bayar Rp 1,5 juta, katanya untuk pengurusan berkas ke Jakarta,” terang sumber Kabar Sumatera yang minta namanya tidak disebutkan.

Bahkan menurutnya, aksi pungli dilakukan oknum tersebut sempet terendus oleh aparat kepolisian. Namun saat dilakukan pengintaian, pihak kepolisian terlambat karena saat ke TKP sudah sepi. Diduga dana sudah di setorkan ke oknum pegawai BKD Empat Lawang.

Penarikan dana tersebut tidak wajar, sebab dipatok nilainya. Bisa jadi, dengan keterbatasan sejumlah honorer K2, meminjam uang untuk pengurusan berkas K2. “Padahal, setiap PNS yang menjalankan perintah dinas, sudah mendapatkan uang perjalanan dinas sendiri. Kok dibebankan ke honorer K2, kan kasihan,” sebutnya.

Ia mengaku curiga, uang itu hanya dimanfaatkan oknum pegawai honorer dan oknum pegawai BKD tersebut untuk keuntungan pribadi. Bagaimana tidak, di Kabupaten Empat Lawang jelasnya ada 200 lebih tenaga honorer berstatus K2.

“Kalau setiap honorer K2 diminta Rp 1,5 juta dikalikan 200 honorer saja, maka dana yang terkumpul sudah ratusan juta rupiah. Mau dikemanakan uang itu, masalah ini harus jadi pertimbangan BKD Empat Lawang,” cetusnya.

Sumber tadi berharap, Kepala BKD Empat Lawang mengusut dugaan pungli dilakukan jajarannya, juga didalangi oknum honorer K2 dimaksud. Jangan sampai nanti terjadi penyuapan dan mempermalukan nama Empat Lawang.

Kepala BKD Empat Lawang, M Azhari ketika dikonfirmasi, mengaku belum mengetahui adanya pungli untuk pengurusan honorer K2. “Kita belum tau, nanti saya cari informasinya terlebih dahulu,” kata Azhari, kemarin.

Ia membenarkan, dalam waktu dekat ada pengurusan ulang berkas honorer K2, tapi dia tidak membenarkan oknumnya melakukan pungli. “Kita terbuka dan transparan, jadi yang tidak lulus ya benar-benar tidak lulus,” tukasnya.

 

TEKS         : SAUKANI

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster