Dewan Baru Masih Malas Ngantor, Kantor DPRD OKI Sepi

 264 total views,  2 views today

Ilustrasi Sidang Anggota Dewan | Foto : Bagus Kurniawan/KS

Ilustrasi | Foto : Bagus Kurniawan/KS

KAYUAGUNG – “Penyakit lama” nampaknya masih saja terus terjadi pada diri sejumlah anggota dewan terhormat yang baru saja dilantik pada tanggal 18 September lalu. Kendati baru saja dilantik, mereka kebanyakan dari mereka belum juga masuk kerja. Padahal seharusnya setelah dilantik mereka sudah harus masuk kerja.

“Begitu dilantik mereka (dewan terpilih) sudah masuk kerja dari hari Senin kemarin,” kata Sekretaris Dewan (Setwan), Ahmad Fauzi.

Menurut Ahmad Fauzi, memang saat ini belum ada agenda rapat di DPRD OKI, jadi sebagian dewan terpilih ada yang tidak masuk dan ada juga yang masuk.

“Ya, dewan ini kan nunggu ada agenda rapat baru masuk,” kata Fauzi.

Namun sepertinya apa yang dikatakan Ahmad Fauzi, sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Pantauan Kabar Sumatera di gedung DPRD OKI, waktu itu tak ada seorang dewanpun yang masuk kantor. Bahkan halaman depan kantor yang biasa terparkir sejumlah kendaraan dewan, tak nampak satupun. Hanya terlihat disebelah gedung tempat parkiran sejumlah mobil dinas milik sekretariat dewan yang sering setiap hari terparkir disitu serta motor milik sejumlah pagawai.

Tak sampai di situ, sejumlah ruang fraksi dan komisi pun dilihat satu persatu, masih dalam kondisi kosong, kalaupun ada hanya satu sampai dua orang staf yang setiap hari kerja duduk di ruang tersebut. Melihat kondisi ini, terlihat jelas bahwa para dewan masih sangat malas masuk kerja. Itupun setelah mendengar apa yang dikatakan Satwan, bahwa kecenderungan para anggota dewan masuk kerja menunggu agenda rapat. Artinya kalau tidak ada agenda rapat mereka bebas tidak masuk.

Di Gedung DPRD OKI, sempat ditemui H Solahuddin Djakfar Alias Ende, salah satu anggota dewan terpilih priode 2014-2019, namun sepertinya Ende tidak sedang “ngantor” melainkan hanya silaturahmi dengan Setwan sekitar 20 menit di ruangannya. Dengan mengenakan baju kaos santai, Ende keluar dari ruang Setwan lalu berlalu.

Terpisah, Ketua Lembaga Pemantau Kebijakan Badan Publik, Hari Putra, SH. Menanggapi hal tersebut sangat menyayangkan, menurut dia seharusnya begitu sudah dilantik mereka harus menunjukkan keaktifannya.

“Kalau baru saja sudah tidak aktif bagaimana lima tahun kedepan, inikan sudah menunjukan contoh yang kurang baik kepada masyarakat,” katanya.

Dia juga mempertanyakan pernyataan yang dikatakan oleh Sekwan, mengenai dewan itu biasa hadir nunggu ada agenda rapat.

“Jadi kalau tidak ada rapat tidak harus hadir? Ini pernyataan yang keliru,” tandasnya.

 

TEKS     : DONI AFRIANSYAH

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster