BPBD Kesulitan Padamkan Api

 225 total views,  2 views today

Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Helicopternya. Foto ; Bagus Kurniawan

Ilustrasi Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Helicopternya. Foto ; Bagus Kurniawan

KAYUAGUNG – Tim penanggulangan kebakaran lahan, saat ini masih mengalami kesulitan dalam memadamkan api yang membakar  lahan gambut yang terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) hingga menyumbang asap ke kota Palembang, ketebalan gambut yang terbakar mencapai kedalaman 3-8 meter.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten OKI, Azhar, Ahad (28), menurut dia, pemadaman api melalui darat masih tetap dilakukan dengan dibantu oleh manggala agni sebanyak 6 regu yang ditempatkan di kecamatan  tulung selapan dan sekitarnya.

“Lahan yang terbakar sesuai data yang masuk seluas kurang lebih 6000 ha. Didominasi lahan gambut yang ketebalanya  mencapai kedalaman 3-8 meter,  penyebab kebakaran tersebut  90% dibakar oleh masyarakat yang ingin membuka lahan ataupun mereka yang mencari kayu yang terpendam di lahan gambut,” ujar Azhar.

Kendala-kendala yang dihadapinya saat ini mengenai  sarana dan prasarana untuk pemadaman yang masih terbatas, dan lokasi kebakaran yang sulit dijangkau serta tidak ada sumber air.

“Karena sebagian besar lahan yang terbakar adalah gambut sehingga  sulit dipadamkan kecuali degan hujan karena ketebalan gambut mencapai 3-8 meter, setelah disiram air api terlihat sudah padam tetapi lama-kelamaan api dari dalam gambut itu muncul lagi, sementara kita juga mengalami kesulitasn mendapatkan sumber air untuk memdamkanya,” ujarnya.

Jelas Azhar,  tim terpadu penanggulangan kebakaran lahan terus berkoordinasi dan bekerja keras dilapangan.

“Tim Manggala Agni, bersama personil Kodim dan Polri masih terus melakukan pemadaman dilahan gambut, Sementara pihak Polres OKI juga intens mengungkap para pelaku pembakaran untuk bertanggung jawab dihadapan hukum,” katanya.

Sementara itu Kepala badan Lingkungan hidup (BLH) Kabupaten OKI Nursula, pihaknya sudah melakukan pengukuran kualitas udara khususnya di Kota Kayuagung OKI, apakah masih normal atau sudah melebihi ambang batas normal.

“Hasil pengukuran yang kita lakukan menggunakan alat HVAS High Volume air sample PM 10, bahwa kondisi udara masih mencapai 70-90 kategori sedang, itu artinya masih normal atau tidak begitu membahayakan kesehatan,” kata Nursula.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten OKI M Lubis, mengatakan bahwa akibat kabut asap masyarakat rawan yang terserang ISPA.” Kita sudah meminta kepada para tenaga medis di seluruh puskemas wilayah OKI agar terus stanbay melayani masyarakat yang terserang ISPA, kita juga sudah membagikan 15.000 masker geratis untuk melakukan pencegahan ISPA,” tambahnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster