Tak ada SBY dan Pejabat Negara Dipenutupan MTQ Internasional 2014

 323 total views,  2 views today

Wakil Presiden Indonesia, Boediono, Saat Membuka Acara MTQ Internasional di Palembang, Beberapa Waktu Lalu | Dok KS

Wakil Presiden Indonesia, Boediono, Saat Membuka Acara MTQ Internasional di Palembang, Beberapa Waktu Lalu | Dok KS

PALEMBANG – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang sebelumnya disebut-sebut bakal menutup Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) International 2014, Sabtu (27/9) malam di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), dipastikan tidak akan datang.

Begitu juga dengan Menteri Agama (Menag) dan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), juga tidak bisa menutup kegiatan itu. MTQ tersebut hanya akan ditutup oleh Gubernur Sumsel, Alex Noerdin.

“Kami sudah kirim surat permohonan kepada mereka. Tapi karena banyaknya tugas, keduanya tidak bisa hadir. Jadi akan ditutup oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin,” kata Wakil Ketua Pelaksana MTQ International, Richard Chahyadi saat dibincangi, Jumat (26/9).

Selain menutup acara, Alex pun akan menyerahkan hadiah kepada para peserta yang terpilih sesuai penilaian dewan hakim. Dikatakan Richard, pihaknya telah menyiapkan acara penutupan dengan matang dan rapi. Bahkan, sebanyak 150 orang penari massal sudah berlatih maksimal.

“Di acara penutupan itu nantinya tidak ada tari-tari khas kita (Sumsel) seperti Tari Tanggai dan sebagainya. Yang ada hanya tari massal yang dibawa oleh 150 anak-anak muda,” kata dia.

Tak hanya itu, ada juga penampilan spesial dari Bimbo dan Wali yang akan membawakan beberapa lagu andalannya. Acara itu masih tetap akan dipandu dua master of ceremony (MC) terbaik Maudy Koesnaedy dan Ferdy Hasan. “Kami datangkan mereka untuk menghibur, karena konsep dari acara penutupan ini adalah hiburan. Ini bukan hanya untuk peserta juga untuk semua masyarakat Sumsel,” ungkapnya.

Mengenai protap keamanan selama acara penutupan berlangsung, Richard memastikan keamanan akan tetap dijaga, namun tidak seperti pada acara pembukaan. Diakui Richard, pada acara penutupan nantinya masyarakat umum bisa masuk tanpa dipungut biaya dan menyaksikan secara langsung acara tersebut.

“Jadi siapapun bisa masuk, tapi tetap dijaga keamanannya. Baiknya datang mulai pukul 17.00 WIB sehingga tidak berdesakan. Jika kapasitas didalam sudah penuh, maka kami tutup pintunya,” beber Richard.

Sebelum pelaksanaan acara penutupan, lanjut dia, para peserta akan melakukan visit tour ke beberapa tempat Islami di Sumsel pada pagi harinya. Panitia merencanakan program tersebut yang ditujukan kepada 80 peserta dan dewan hakim. “Agendanya para peserta akan jalan-jalan berkunjung ke beberapa tempat islami bersejarah di Palembang,” imbuhnya.

Tempat yang akan dikunjungi yakni Masjid Agung, Masjid Cheng Ho Palembang, kemudian ke Al Quran Raksasa Al Akbar Gandus Palembang. Perjalanan itu dilakukan guna refreshing para peserta, sekaligus memperkenalkan tempat-tempat bersejarah di Palembang kepada mereka.

“Jadi kita layani mereka dengan baik, kita kenalkan kebudayaan Islam di tanah kita ini. Mereka (peserta) kan semuanya adalah warga negara asing, jadi ini adalah waktu yang tepat karena mereka kan jarang bisa ke Palembang,” tukasnya.

 

TEKS         : IMAM MAHFUZ

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster