Polda Sumsel Ringkus Pencuri Minyak Chonoco Philips

 173 total views,  2 views today

PALEMBANG – Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumtera Selatan (Sumsel), akhirnya meringkus enam dari tujuh tersangka yang sudah melakukan aksi pencurian 205 Ton minyak milik PT Chonoco Philips.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini keenam tersangka yang menjadi anak buah kapal (ABK) harus merasakan dinginnya tinggal di balik jeruji penjara Polda Sumsel dan berikut barang buktinya.

Tersangka yang diamankan aparat Polda Sumsel ini adalah Terry (32), Erlan (43), Suratno (32), Darmanto (28), Rafiq (48), dan Rio Densi. Rio baru saja sehat setelah dirawat di RSMH Palembang karena menderita luka tembak di kepala kiri. Masing-masing tersangka diborgol secara berpasang-pasangan dan masih dimintai keterangan.

Dikatakan kelimanya, mereka mencuri minyak atas ajakan kapten kapal berinisial Bas (DPO). Kelimanya mengaku baru satu kali beraksi dan belum tahu akan dibawa kemana minyak mentah yang sudah dicuri.

Dalam menjalankan aksinya, masing-masing pelaku yang total berjumlah sembilan ini berbagi tugas. Ada yang membuka kran pipa dan ada yang menunggu di kapal.

Minyak mentah dialirkan dari pipa ke tongkang dengan menggunakan selang. Ada tersangka yang mengawasi situasi di keadaan kapal. “Kabarnya mau dibawa ke Sungsang. Kalau masalah harga, kami tidak tahu,” kata Erlan.

Ditanya kapan terjadinya baku tembak, dikatakan para pelaku, terjadi saat mereka berada di kawasan Jembatan Tri Tunggal Desa Bentayan Tungkal Ilir. Namun, mereka mengaku tidak melihat siapa yang melepaskan tembakan itu.

Dilimpahkanya perkara pencurian minyak ini dibenarkan oleh Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP FX Winardi. Sebab itu, para pelaku kini diamankan di Polda Sumsel.

“Kita akan membantu Polres Banyuasin untuk menangani kasus ini. Selain kasusnya yang menjadi atensi kita, dua wilayah yang menjadi tempat kejadian juga jadi alasan mengapa Polda Sumsel ikut menanganinya,” kata Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP FX Winardi, Jumat (26/9).

Untuk kasus penembakan yang diderita tiga tersangka, satu diantarnya tewas, Polda Sumsel belum menanganinya. Dikatakan Winardi, Polda Sumsel belum menerima pelimpahan dari Polres Banyuasin.

Selain itu, proyektil yang ada di lokasi kejadian saat ini masih diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumsel. Hingga saat ini, hasilnya belum diketahui.

Masih kata Winardi, selain menahan enam pelaku pencurian minyak, Polda Sumsel juga sudah menyita barang bukti yang digunakan pelaku beraksi. Mulai dari selang, alat pembuka klep, hingga kapal tugboat yang kini diamankan Ditpolairud Polres Banyuasin.

“Untuk pelaku, satu atas nama Lasuali masih dirawat di RSMH Palembang. Ia menderita luka tembak di bagian perut. Sementara seorang meninggal bernama Adi dan sudah dikembalikan ke rumah duka,” kata Winardi.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster