Gratis Tiga Bulan Retribusi Pasar, Lapak Liar Pasar Pagaralam Dibongkar Paksa

 362 total views,  2 views today

PAGARALAM – Berbagai langkah dan strategi sudah diterapkan Pemerintah Kota Pagaralam untuk memindahkan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Pasar Dempo Permai ke Pasar Induk Terminal Nendagung. Namun hingga kini tetap ada saja pedagang membandel, bahkan masih banyak yang mengelar lapak di Pasar Dempo Permai hingga simpang Tiga Kampung Melati. Guna mengatasi hal itu, pemerintah kota telah membentuk Tim Yustisi untuk menindak tegas PKL yang masih tetap berjulan dikawasan pasar dimaksud.

“Penertibkan dilakukan guna mengatasi kesemrawutan dikawasan seputar Pasar Dempo Permai, Pagaralam Square hingga Eks Seghepat Seghendi,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (Disperindagkop UKM PP) Kota Pagaralam, Rahmad Madroh SSos, melalui Kabid Pasar, Fitra Adriansyah, Jumat (26/9).

Kata Fitra, sejauh ini pihaknya sudah melakukan pendekatan secara persuasif dengan memberikan imbauan kepada PKL untuk melakukan penataan sekaligus pembersihan lokasi pasar.

“Sebelumnya kita telah memberikan batas waktu hingga 20 September lalu untuk segera mengisi kios, los dan lapak yang sudah kita siapkan di kawasan Pasar Induk Terminal Nendagung. Namun para pedagang masih ada saja yang menggelar dagangannya di seputaran Pasar Dempo Permai,” katanya.

Ia mengatakan, sejumlah Los telah disiapkan mulai dari los sayuran, los ikan, los rempah, los campuran bahkan los untuk pedagang ayam, daging hingga los pedagang buah.

“Bagi PKL yang mau pindah duluan akan bebas memilih tempat yang dinginkan, termasuk tidak akan diambil retribusi pasar (gratis) selama 3 bulan,” sebutnya seraya berkata upaya penataan pun tetap dilakukan jika ditemukan lapak liar di kawasan Pasar Sub Agrobisnis Terminal Nendagung dan Pasar Besemah.

Ditambahkan Kepala UPTD Pasar Kota Pagaralam, Frans Lesmana mengatakan, pihaknya sudah memberikan himbauan kepada pemilik lapak liar untuk membongkar lapak mereka. Namun karena sudah masuk tenggat waktu lapak liar belum juga dipindahkan terpaksa langsung dibongkar.

“Ya, kita sudah memberikan sosialisasi agar lapak yang didirikan untuk dibongkar sendiri. Sebagian pedagang ada yang membongkar dan masih ada yang belum. Meski begitu, jika pada 27 September 2014 belum dibongkar, terpaksa akan kita bongkar paksa,” katanya.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster