Dua PNS Disdik Muara Enim Terancam Dipecat

 257 total views,  2 views today

Ilustrasi PNS | Dok KS

Ilustrasi PNS | Dok KS

MUARAENIM – Dua orang Pegawai Negeri Sipil(PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Muaraenim dengan , Y dan Z, terancam diberhentikan dengan tidak hormat sebagai abdi negara. Pasalnya, keduanya tersandung kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) senilai Rp 3,348 miliar. Keduanya pun, kini berstatus tahanan kejaksaan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Muaraenim, Hj Siti Herawati melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Kesejahteraan, Zulkifli Dahlan menyebut, BKD masih menunggu kebijakan dari Sekretaris Daerah(Sekda) Muaraenim terkait dengan status kedua PNS tersebut.

“Sekarang keduanya masih berstatus tersangka. Biasanya kalau sudah ditahan, kita meminta keterangan dari penyidik kasus tersebut. Yang pasti dengan adanya informasi ini, kita akan lapor dulu ke sekda, bagaimana tindaklanjutnya,” kata Zulkifli ketika dibincangi, Jumat (26/9) .

Diterangkan Zulkifli, jika nantinya ada petunjuk dari sekda barulah akan dikeluarkan surat pemberhentian sementara. Biasanya jelas dia, surat itu akan diproses setelah keduanya ditahan. “Kita saat ini masih menunggu perkembangan kasus tersebut,” jelasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Muaraenim, M Thamrin AZ, mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Muaraenim dan mendukung langkah hukum yang dilakukan selanjutnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Kejari Muaraenim telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan dana Bansos TIK untuk e-learning dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun anggaran 2014.

“Dua orang tersangka berinisial Y dan Z, adalah dua orang PNS di Disdik Muaraenim. Sedangkan, tiga orang tersangka lainnya yakni W, MHP, dan A, adalah penyedia barang,” jelas Kepala Kejari Muaraenim, Adhyaksa Darma Yuliano belum lama ini.

Dikatakan Adhyaksa, Kejari Muaraenim menetapkan tersangka korupsi pada pengadaan Bansos TIK Kemendikbud tersebut setelah dalam waktu satu bulan sejak 28 Agustus lalu, melakukan pengumpulan data.

Tim juga sudah menemukan bukti permulaan, yang cukup untuk menetapkan lima orang tersebut sebagai tersangka. “Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tim penyelidik menetapkan saudara Y dan Z sebagai tersangka dari PNS serta W, MHP, dan A dari swasta sebagai tersangka,” tukasnya.

 

TEKS           : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster