Dinkes Sumsel Bagikan Ribuan Masker

 477 total views,  4 views today

Ilustrasi Masker | Dok KS

Ilustrasi Masker | Dok KS

PALEMBANG – Melihat kondisi cuaca di Sumsel, yang kian parah karena kabut asap tak kunjung usai membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel terus membagikan ribuan masker, kepada para pengendara di jalan raya.

Salah satu petugas Dinkes Sumsel, Andi menerangkan pembagian masker ini dilakukan untuk mengantisipasi agar warga yang bepergian ke jalan raya, agar menggunakan masker. Sebab, guna dari masker ini bisa meminimalisir penyakit ISPA.

“Sesuai instruksi dari pimpinan, kami sudah mulai melakukan pembagian masker ini sejak beberapa hari terakhir. Jumlahnya banyak, ada ribuan masker yang disebar kepada para pengendara roda dua maupun roda empat dengan titik di Simpang Polda dan Simpang DPRD Sumsel,” kata Andi disela-sela pembagian masker di Simpang DPRD Sumsel, Jumat (26/9).

Dijelaskan Andi, antusias warga yang ingin mendapatkan masker yang dibagikan tadi sangat besar. Karena mereka menganggap masker merupakan alat yang standar untuk menghindari ISPA.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Lesty Nurainy menerangkan, pihaknya selalu memantau kondisi asap di Sumsel. Untuk mengingatkan bahaya dari asap, Dinkes Provinsi memberikan masker gratis di beberapa lokasi di Sumsel. “Sudah ada (pembagian masker). Kami lakukan dibeberapa titik. Jumlahnya pun banyak, ribuan,” kata dia.

Pihaknya pun berkoordinasi dengan Dinkes kabupaten/kota untuk secepatnya melakukan hal serupa yakni membagikan masker. “Udara akibat asap itu tidak baik, menganggu sistem pernafasan, baik anak-anak hingga usia lanjut. Jadi baiknya dicegah sedini mungkin agar tidak mengakibatkan hal yang fatal,” terangnya.

Secara umum, sambungnya, kabut asap dapat menganggu kesehatan semua orang baik yang dalam kondisi sehat maupun sakit. Pada kesehatan tertentu, orang akan menjadi lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain, khususnya pada orang dengan gangguan paru dan jantung, lansia dan anak-anak.

Dijelaskannya, terjadi delapan masalah kesehatan akibat kabut asap ini dimana dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan serta menyebabkan reaksi alergi, peradangangan dan mungkin juga infeksi.

Kabut asap juga dapat memperburuk asma dan penyakit paru kronis lainnya seperti bronkitis, kronik, PPOK dan lain sebagainya. Selain itu, kabut asap juga dapat menyebabkan kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernafas.

“Berikutnya, bagi yang usia lanjut dan anak-anak dengan daya tubuh rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan. Kemampuan paru dan saluran pernafasan mengatasi infeksi jadi berkurang sehingga mudah infeksi. Secara umum maka berbagai penyakit kronok juga dapat memburuk. Selain itu, bahan polutan di asap kebakaran hutan yang jatuh ke permukaan bimi juga mungkin dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi. Terakhir, menyebabkan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) karena tidak seimbangnya daya tahan tubuh, pola bakteri dan buruknya lingkungan,” tukasnya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster