Titik Api di Sumsel Terus Bertambah, BPBD Pantau 224 Hotspot

 203 total views,  2 views today

ebakaran lahan di sebuah lahan kosong tepatnya di belakang Hotel Tripika, Kelurahan Inderalaya, Kecamatan Inderalaya, Ogan Ilir (OI) | Dok KS

Ilustrasi Salah Satu Titik Api Di kab Ogan Ilir | Dok KS

PALEMBANG – Titik api yang berada di kawasan Ogan Komering Ilir (OKI) kembali meluas. Setelah sebelumnya hanya tercatat 154, kini titik api mencapai 157 yang tersebar disejumlah wilayah OKI. Demikian diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, H Yulizar Dinoto, kepada wartawan koran ini, Kamis (25/9).

“Ada 224 titik api terpantau di Sumsel, namun sebagian besar titik api tersebar di Cengal, Tulung Selapan, dan Pampangan. Ada juga titik api terdapat di Ogan Ilir, kalau Palembang sudah nol titik api,” terang Yulizar.

Menurut Yulizar, penyebab kebakaran di OKI dikarenakan api telah menjalar hingga ke lahan gambut. Parahnya lagi, lahan gambut yang ada di OKI memiliki kedalaman yang teramat dalam sehingga susah dilakukan pemadaman lewat udara. Untuk itu, pihaknya berencana akan melakukan pemadaman darat.

“Kita sudah membentuk pos pemadaman darat di beberapa titik yakni di Cengal, Tulung Selapan, dan Riding. Pos pemadaman darat tersebut juga disiagakan personel manggala agni yang berjumlah 31 orang per posko. Personel manggala agni ini bekerjasama dengan unsur TNI yang akan melakukan pemadaman darat,” lanjutnya.

Personel manggala agni dan TNI ini akan melakukan Suntik Gambut (Sunbut) ke beberapa titik api. Proses penyuntikan gambut ini yakni menyuntikkan air ke lahan gambut yang terbakar. Ditambahkan Yulizar, penyuntikan lahan gambut ini harus dilakukan lantaran operasi udara dirasa tidak maksimal.

“Kita sudah mengkonsentrasikan helikopter MI-8 dan Sikorsky untuk memadamkan api di OKI, dan untuk Bolkow kita konsentrasikan di OI serta Palembang. Sulit memang melakukan pemadaman api di OKI, karena lahan gambut yang terbakar dengan tingkat kedalaman yang luar biasa,” katanya lagi.

Disinggung mengenai kepekatan asap yang terjadi di Palembang semakin tebal, Yulizar menjelaskan, lantaran arah angin dari OKI menuju Palembang. Sehingga, asap hasil kebakaran di OKI juga terbawa ke Palembang. Untuk itu, dia berharap, supaya masyarakat tidak lagi membakar lahan.

“Beberapa waktu lalu kita sudah melakukan upaya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan melakukan operasi hujan buatan, hasilnya sudah turun hujan di daerah Sungsang. Walaupun saat ini masih terjadi asap, kita tetap melakukan upaya untuk menghilangkannya,” pungkasnya.

 

TEKS    : IMAM MAHFUZ
EDITOR  : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster