Seorang Mantan Kades Siapkan Kamar Khusus untuk Pemuja Narkoba

 355 total views,  2 views today

Ilustrasi Sabu

Ilustrasi Sabu

EMPAT LAWANG – Peredaran narkoba di Kabupaten Empat Lawang menggila. Setelah di hebohkan penemuan sekitar tujuh hektar ladang ganja, kini Satuan Narkoba Polres Empat Lawang meringkus tokoh masyarakat yang diduga memfasilitasi pemuja shabu-shabu di Kecamatan Muara Pinang.

Rabu (24/9) sekitar pukul 14.00 WIB, tim Satnarkoba meringkus Syaifudin Zuhri (45) tokoh masyarakat juga mantan Kepala Desa (Kades) Muara Pinang Lama. Selain itu petugas juga mengamankan Muslim (40) mantan Kades Fajar Menang serta dua warga Desa Gunung Meraksa Baru, Heri dan Irzan.
Bersamaan penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti setidaknya 8 paket kecil shabu seharga Rp 200 Ribu, paket sedang dengan harga Rp 750 ribu dan paket Rp 500 ribu. Selain itu diamankan juga seperangkat alat nyabu yakni dua buah bong, tujuh pyrex, dua buah handpone, lima buah korek gas, gunting, korek kuping dan silet serta plastik bungkus shabu.

Berdasarkan hasil penyelidikan Satnarkoba Polres Empat Lawang, Irzan, Heri dan Muslim ditetapkan statusnya sebagai saksi. Sementara Syaifudin ditetapkan sebagai tersangka, diduga memfasilitasi serta menjual belikan barang haram tersebut.

Kapolres Empat Lawang, AKBP M Ridwan melalui Kasat Narkoba, AKP Darmawan mengungkapkan, penangkapan tersangka berdasarkan penyelidikan anggotanya terkait maraknya peredaran narkoba di Kecamatan Muara Pinang.

Setelah diselidiki, ternyata pelakunya tak lain mantan Kades Muara Pinang Lama, dari informasi itulah Kepolisian Rabu pagi (24/9) mengintai rumah pelaku.

“Usai diintai secara matang adanya transaksi, pihaknya langsung menggerebek rumahnya, dan diamankan tersangka dan tiga rekannya beserta barang bukti dari hasil perkembangan. Ada dua orang masih sebatas saksi, sebab kehadiran mereka untuk bertransaksi tentang tanah,” beber Darmawan.

Dia berkata, saat dilakukan penangkapan pelaku tidak bisa bicara apa-apa sebab, saat digrebek sedang mempersiapkan pesta shabu di sebuah kamar khusus tempat menghisap shabu. Nah disinilah para pemuja sabu selain dapat membeli dapat langsung menghisab di kamar disediakan itu.

“Jadi dia fasilitasi juga pembeli, kalau mau ngisab di tempatnya, kamar khusus sekali itu,” kata Darmawan.

Terkait kasus ini, oknum mantan kades Syaifudin dan Heri dikenakan pasal 112 ayat Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana empat hingga 12 tahun.

“Kita pun menghimbau, saat ini Empat lawang sudah menjadi atensi oleh Kapolda terkait pengguna maupun bandarnya, maka kami tidak ada kompromi bagi para pelaku, dan bagi pelaku yang masuk DPO kami terus kami pantau,” tegas Darmawan.

Sementara itu, Syaifudin saat dibincangi sejumlah awak media mengakui perbuatannya, namun dia menampik kalau disebut bandar narkoba. “Saya cuma ikut-ikutan saja pak,” elaknya.

 

TEKS   : SAUKANI
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster