MTQ Internasional, Wakil Indonesia Diyakini Bius Penonton

 408 total views,  2 views today

Para Kontingen MTQ Internasional Perwakilan Indonesia | Dok KS

Para Kontingen MTQ Internasional Perwakilan Indonesia | Dok KS

PALEMBANG – Peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional asal Indonesia dijadwalkan akan unjuk kebolehan pada hari ini Jumat, (26/9). Peserta Indonesia Kgs. Rasyid Siddiq akan tampil dicabang Tahfizd pada pagi hari dengan nomor urut 033 bertanding dengan peserta negara lain asal Rusia, Uganda, Belanda, Malaysia, Philipina, Maroco, Lebanon dan Iran.

Sedangkan peserta Indonesia pada cabang Tilawah yaitu Miftahul Jannah nomor urut 127 dan H Bangun Syahraya nomor urut 149. Keduanya tampil pada malam hari mulai pukul 20.00 WIB. Para pendukung ataupun yang ingin menyaksikan penampilan kontestan Indonesia diharapkan datang 1 jam sebelumnya.

Penonton yang ingin menyaksikan pun tidak dikenakan biaya atau gratis dengan posisi di tribun atas, mengingat pada tribun bawah hanya untuk yang bertanda pengenal saja. Namun, bagi yang berhalangan hadir, pihak panitia menyediakan layanan MTQ-Online.com melalui live streaming.

Menurut Wakil Ketua Deputi 1, bidang Permusabaqahan, Sulaiman M Nur mengatakan, tampilnya kontestan Indonesia di hari terakhir tesebut adalah suatu kebetulan saja.

“Karena pada penempatan nomor urut itu diacak melalui undangan dan kebetulan dapat di hari terakhir, jadi bukan di setting. Dihari kedua ini penonton semakin banyak saja mulai dari majlis Ta’lim dan pecinta-pecinta Alquran dan besok (hari ini) peserta Indonesia akan tampil yang kemungkinan besar penontonnya akan tambah banyak lagi,” terangnya.

Sulaiman menjelaskan bahwa secara umum pelaksanaan MTQ tidak menemui kendala yang berarti hanya saja sedikit kendala pada perbedaan cuaca dan kebiasaan peserta.

“Kadangkala memang peserta sulit beradaptasi dengan cuaca dan waktu. Jadi ba’da subuh seringkali kontestan ini tidur lagi yang membuat panitia sedikit kerepotan membangunkan. Karena pada paginya kontestan harus sudah tampil, kalau mengenai bahasa tidak ada kendala, LO sudah cukup berpengalaman,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Sulaiman, untuk rutinitas peserta tidak terlalu dibatasi.

“Bebas namun tetap dalam pengawasan kita, apakah mereka mau latihan ataupun wisata terserah namun tetap kita awasi jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena kita belajar dari kendala-kendala di gelaran MTQ sebelumnya dimana ada kontestan asal Belanda yang sempat hilang. Dihari Sabtu ada Closing Ceremony, namun peserta diajak dulu city tour dan religi ke Masjid agung, Masjid Cengho, kawasan Jakabaring Sport City dan alquran raksasa,” pungkasnya.

 

TEKS    : IMAM MAHFUZ
EDITOR   : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster