“Jangan Jadikan Nasi Makanan Pokok”

 312 total views,  2 views today

Ilustrasi Nasi | Ist

Ilustrasi Nasi | Ist

MUSI RAWAS – Setiap tahun Kabupaten Musi Rawas (Mura) selalu surplus beras. Kendati surplus, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Mura melalui Badan Ketahanan Pangan menganjurkan masyarakat untuk berangsur-angsur mengkonsumsi makanan lain, selain nasi seperti ubi atau jagung. Himbauan itu dilakukan, karena makanan-makanan selain nasi nilai kesehatannya sangat tinggi.

Sementara kalau terus menerus mengkonsumsi nasi akan berpengaruh dengan kesehatan, karena nasih banyak mengandung gula.

Bupati Mura, H Ridwan Mukti, melalui Asisten II, Syaipul Ibna, menegaskan bahwa pemkab Mura menghimbau masyarakat diwilayah Bumi lan Serasan Sekentenan untuk mengkonsumsi makan lain selain nasi.

“Kita menghimbau kepada masyarakat untuk berangsur-angsur mengkonsumsi makanan lain seperti ubi dan jagung, tidak menjadikan nasi menjadi makanan pokok lagi,”jelasnya.

Harus diakui anjuran itu bukan disebabkan Mura kekurangan beras, Mura surplus beras, tetapi lebih disebabkan kepada faktor kesehatan.

“Bagaimana kita menciptakan bahwa ubi dan jagung bisa menggantikan makanan pokok nasi. Kedua makanan tadi nilai gizinya sangat baik,” katanya.

Terpisah Kepala Badan Ketahanan Pangan, Bambang Hermanto, mengakui saat ini. Badan Ketahanan Pangan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya tidak menjadi nasi menjadi makanan pokok. Tapi lebih memfokuskan makanan lain seperti ubi dan jagung

“Sebenarnya banyak makanan pokok selain beras bisa di konsumsi dan nilai kesehatannya,” disampaikannya.

Dikatakannya sebenarnya bukan tidak memperbolehkan mengkonsumsi beras. Tetapi kalau ditinjau dari berbagai aspek, beras produksinya lama tidak secepat dengan kebutuhan. Kemudian berdasarkan penelitian beras banyak mengandung gula. Kalau banyak mengandung gula sudah tentu tidak cocok untuk kesehatan.

Artinya banyak yang lebih sehat untuk di konsumsi selain beras. Ubi dan jagung baik untuk kesehatan. Dianjurkannya mengkonsumsi makanan selain beras, bukan berarti Mura kekurangan beras. Tetapi dengan kurangnya mengkonsumsi beras surplus beras semakin meningkat lagi.

“Banyak makanan beragam bisa dikonsumsi. Dengan pengertian baik untuk kesehatan,”tegasnya.

Langkah-langkah yang diambil melakukan sosialisasi dengan menghimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan makanan lokal dan alami.

“Kita sudah melakukan sosialisasi menghimbau masyarakat supaya memanpaatkan halaman untuk tanaman,”paparnya.

 

TEKS      : T MASRI
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster